Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ikut Bedah Rumah, Anggota Pramuka Grobogan Terharu

Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah seringkali terlibat aksi sosial, sejumlah anggota Pramuka Kwarcab Grobogan ini sempat menitikkan air mata. Tepatnya, saat mereka dilibatkan dalam acara bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Selasa (7/2/2017).

“Kondisi rumah yang akan direhab membuat kami merasa terenyuh. Kami merasa bersyukur bisa dilibatkan dalam aksi sosial ini. Dalam aksi sosial ini ada 18 anggota yang kita kerahkan,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno yang ikut terjun langsung dalam kegiatan bedah rumah tersebut.

Menurut Agus, kondisi rumah yang ditempati nenek 60 tahun itu memang dinilai tidak layak huni. Rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 5 x 5 meter itu hampir seluruhnya terbuat dari bahan bambu. Mulai dari tiang, pasak, reng, dan dindingnya. Itupun kondisinya sudah banyak yang rapuh lantaran dimakan usia. Lantainya juga masih berupa tanah dan di beberapa bagian tampak lembek karena genting di atasnya bocor.

Rumah warga tidak mampu ini berada di pinggiran kampung dekat dengan lapangan voli. Di belakangnya ada tower listrik saluran udara tegangan tinggi (Sutet).“Rumah lama dibongkar total. Kemudian, akan didirikan rumah baru dengan bahan dari kayu biar lebih awet. Kegiatan sosial ini, juga dibantu warga sekitar dan tenaga tukang,” jelasnya.

Mengenai biaya untuk bedah rumah, Agus menyatakan tidak tahu pasti. Sebelumnya, ia dihubungi koleganya supaya menyiapkan personel pramuka untuk kegiatan bedah rumah. “Informasinya, dana bedah rumah berasal dari berbagai donatur yang peduli dengan warga kurang mampu,” sambungnya.

Proses bedah rumah rencananya akan berlangsung beberapa hari. Selama di rehab, pemilik rumah akan tinggal sementara di rumah tetangganya. Sebelumnya, Maryam tinggal berdua dengan anak perempuannya. Namun, beberapa waktu lalu, anaknya yang bernama Mami meninggal dunia lantaran sakit. “Saya hanya bisa mengucapkan matur nuwun. Semoga Gusti Allah membalas amal baik mereka yang sudah membantu memperbaiki rumah,” ungkap Maryam dalam Bahasa Jawa.

Selain pemilik rumah, ungkapan terima kasih juga disampaikan Kepala Desa Nambuhan Suhadi. Menurutnya, warganya tersebut selama ini tergolong kurang mampu dan bekerja sebisanya membantu tetangga. “Saat ini, Mbah Maryam tinggal sendirian. Anaknya yang lain merantau ke luar kota. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari berbagai pihak dalam kegiatan bedah rumah tersebut,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...