Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Pelanggaran yang Paling Sering Terjadi pada Pilkada Pati

Ilustrasi
Ilustrasi

MuriaNewsCom,Pati – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mencatat, dari 7 daerah yang menggelar pilkada, terdapat 146 pelanggaran. Dari jumlah itu yang paling banyak berada di Kabupaten Pati, yang tercatat sebanyak 77 kasus.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Teguh Purnomo,  tingginya jumlah pelanggaran di Pati ini memang cukup menarik. Terlebih di Pilkada Pati hanya terdapat satu pasangan calon, yang nantinya akan melawan kotak kosong.

“Pelanggaran yang paling sering terjadi di Pati yakni pemasangan alat peraga kampanye (APK). Pemasangan dilakukan di tempat-tempat terlarang,” ujarnya, Selasa (7/2/2017).

Hal ini menurut dia, menunjukkan masih rendahnya komitmen pasangan calon dalam melaksanakan kampanye yang bersih. Padahal menurut dia, dalam setiap koordinasi yang dilakukan Bawaslu Jateng dan panswas, pasangan calon selalu memaparkan tentang niat mereka untuk melakukan kampanye sesuai aturan.

“Namun dalam implementasinya tetap saja ada yang keluar dari komitmen itu. Dan itulah yang harus kita ingatkan bersama dan bisa jadi referensi juga bagi pemilih,” ujarnya.

Baca juga : Pelanggaran Pilkada di Pati Paling Tinggi Se-Jateng

Ia mengakui fenomena di Pati memang cukup unik. Karenanya dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2017 ini, Pilkada Pati mendapat perhatian yang cukup lebih dari Bawaslu. Pasalnya dalam pilkada ini, muncul fenomena relawan yang juga turut menyosialisasikan untuk mengajak warga untuk memilih kotak kosong.

Bahkan relawan kosong menjadi satu-satunya yang mengajukan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Soal Pilkada Pati ini memang fenomenal. Selain banyak pelanggaran, hanya di Pati yang mengajukan gugatan ke DKPP, sehingga kita beri perhatian lebih,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...