Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengusaha Kuningan Juwana Mulai Beralih ke Industri Perikanan

INDUSTRI KUNINGAN JUWANA, DULU DAN KINI

Seorang pekerja tengah membuat kuningan di salah satu industri kuningan di Juwana, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Seorang pekerja tengah membuat kuningan di salah satu industri kuningan di Juwana, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah pengusaha industri kuningan di Kecamatan Juwana, Pati disebut-sebut banyak beralih ke industri perikanan. Pasalnya, usaha kuningan dianggap tidak lagi prospek di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

Hal itu dikatakan Ketua Kluster Kuningan Juwana, Sutrisno, Selasa (7/2/2017). Pengusaha kuningan yang biasanya memproduksi patung kuningan tersebut, mengaku tidak bisa berbuat banyak hal untuk mendongkrak penjualannya, mengingat kondisi ekonomi semakin melesu.

“Banyak pengusaha kuningan yang bertahan, tidak hanya fokus di bidang industri kuningan saja, tetapi juga sektor-sektor lain. Saat ini, pengusaha Juwana larinya ke perikanan, laut, pembuatan kapal-kapal, industri pengolahan ikan,” tuturnya.

Kondisi itu juga berpengaruh pada pekerja yang semula bekerja di industri kuningan beralih bekerja di bidang perikanan. Terlebih, bekerja di perikanan atau perkapalan memberikan prospek gaji yang lebih besar ketimbang industri kuningan.

“Kuningan dianggap tidak prospek lagi. Pekerja-pekerjanya banyak yang tersedot ke usaha bidang perikanan. Kerja di perkapalan saja, gajinya bisa Rp 3 juta hingga Rp 5 juta setiap dua minggu. Kondisi itu semakin berpengaruh pada perkembangan industri kuningan,” ucap Sutrisno.

Lagi-lagi, dia masih bersyukur usaha kuningannya bertahan sampai sekarang. Beberapa pesanan patung yang terbuat dari kuningan banyak dikirim ke Jakarta dan Bali untuk kemudian diekspor ke Amerika Serikat.

Dia berharap, pemerintah bisa memberikan kebijakan yang bisa membantu pengusaha UMKM agar terus bisa bertahan. “Kalau pengusaha besar, penjualan turun mungkin masih bisa bertahan karena modalnya sudah besar. Kalau yang modalnya kecil, sulit untuk bertahan. Pemerintah harus bisa memikirkan kondisi saat ini,” harap Sutrisno.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...