Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Baru Diambil dari Bank untuk Bayar Utang, Uang Puluhan Juta Milik Yuniardi Malah Digondol Maling

Petugas Satreskrim Polres Jepara sedang melakukan identifikasi terhadap mobil milik korban pencurian uang dan surat-surat berharga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Petugas Satreskrim Polres Jepara sedang melakukan identifikasi terhadap mobil milik korban pencurian uang dan surat-surat berharga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib malang dialami A. Yuniardi, warga Desa Demaan RT 2 RW 2 Kecamatan Jepara. Uang miliknya berjumlah Rp 55 juta digondol maling ketika ditaruh di dalam mobil Inova miliknya bernomor polisi H 9102 GS raib digondol maling, Senin (6/2/2017).

Uang tersebur, baru saja diambil dari Bank Mandiri Cabang Jepara, dan rencananya akan digunakan untuk membayar utang. Namun nahas, ketika dirinya memarkirkan kendaraannya di kawasan Shopping Center Jepara (SCJ) untuk membeli roti, justru uang tersebut disikat maling.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB. Usai dari bank, saya mampir ke toko roti yang ada di kawasan SCJ dan memarkirkan kendaraan saya tak jauh dari tempat ini, sekitar 10 meter. Setelah turun dari mobil, sekitar tiga menit, tiba-tiba alarm mobil saya berbunyi dan kemudian saya hampiri. Ketika saya cek, ternya pintu kaca mobil bagian depan kiri pecah.  Uang Rp 55 juta, dompet dan surat-surat berharga ludes dibawa maling,” ujar Yuniardi.

Dirinya mengaku masih sempat melihat pelakunya yang berjumlah dua orang. Mereka kabur menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna merah kombinasi hitam.

Dimungkinkan, pelaku sudah membuntuti dirinya dari bank. Namun demikian, dirinya tidak memiliki firasat apapun jika sudah diincar. “Semula mobil mau saya parkir di depan SCJ. Cuma karena penuh, akhirnya saya parkir di sebelah barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana mengatakan, laporan terkait pencurian dengan kekerasan sudah diterima. Pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan. Belum diketahui tanda-tanda keberadaan pelaku pencurian tersebut.

Ia menduga, kaca dipecah menggunakan benda keras. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jenis benda keras apa yang digunakan. Karena alat pemecah tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum tahu pakai alat apa. Bisa juga pakai busi, sehingga tidak menimbulkan bunyi keras, ” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...