Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bahaya, Petani Terjang Banjir Demi Padi di Godong Grobogan

Seorang petani di Desa Klampok, Kecamatan Godong nekat menempuh bahaya guna menyelamatkan tanaman padinya dari bencana banjir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Seorang petani di Desa Klampok, Kecamatan Godong nekat menempuh bahaya guna menyelamatkan tanaman padinya dari bencana banjir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesedihan mendalam dirasakan sebagian petani di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Grobogan. Hal ini, menyusul terendamnya tanaman padi mereka akibat meluapnya sungai Lusi.

Ironisnya, tanaman padi yang terendam tersebut sebagian besar sudah memasuki masa panen. Akibat bencana ini, para petani terancam tidak bisa memetik tanamannya. “Musim panen sebenarnya tinggal menunggu hitungan hari saja. Soalnya, tanaman sudah hampir seluruhnya menguning. Saya sebenarnya sudah merencanakan untuk memetik padi pekan depan,” kata Masruri, salah seorang petani di Desa Klampok, Senin (6/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, lokasi sawah yang terendam air berada di sebelah selatan Bendung Klambu. Tepatnya, di sebelah barat dan timur jaringan irigasi primer. Dilihat dari sepanjang jalan inspeksi jaringan irigasi, areal sawah tampak seperti lautan. Praktis tidak ada tanaman di areal sawah yang terlihat karena terendam air. Areal sawah yang terendam ini diperkirakan mencapai puluhan hektar.

Salah seorang petani ada yang nekat menyusuri areal sawah. Tujuannya, untuk memetik sebagian tanaman padi yang belum sempat terendam air. Dari kejauhan petani yang ternyata seorang perempuan ini terlihat cukup kesulitan untuk menyusuri jalan di areal sawah yang terendam air. Dibantu sebatang tongkat, petani ini sangat hati-hati mencari jalan yang bisa dilalui dengan aman. Sebuah karung berisi padi yang digendong di punggungnya membuat petani ini terlihat cukup kelelahan saat berjalan menembus air setinggi pinggang tersebut.

“Sawah saya cukup jauh d iujung utara sana. Jaraknya dari sini sekitar 1 kilometer,” ujar petani yang mengaku bernama Narti, ketika sudah berhasil menyebrang hingga berada di tepi saluran irigasi.

Berdasarkan penuturan petani, areal sawah yang tinggal menunggu panen itu sudah terendam selama tiga hari. Menurut petani, jika tidak segera surut maka kemungkingkan besar tanaman padi akan rusak karena terlalu lama terendam air. “Kami sangat sedih dengan adanya musibah ini. Soalnya, tahun lalu juga terjadi musibah seperti ini yang mengakibatkan kami gagal panen,” imbuh Rokani, petani lainnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...