Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren, Kreasi Unik Para Model di Jepara Carnival

jepara-karnival (e)
Salah seorang peserta Jepara Carnival 2017 tampil di depan panggung utama, dalam acara yang digelar di depan Kantor Bupati Jepara, Minggu (5/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan model dari berbagai daerah di Jawa Tengah, ambil bagian dalam even Jepara Carnival 2017, yang berlangsung di depan Kantor Bupati Jepara, Minggu (5/2/2017).

Kreasi-kreasi yang ditampilkan para model tersebut, terbilang tidak biasa. Bahkan unik dan keren. Masing-masing memang berupaya menampilkan kreasi yang berbeda dari yang lainnya.

Misalnya saja peserta dari SMK 2 Jepara, Azumi Habsy Salsabila Rahma, (16). Dia mengatakan, dirinya memang mempersiapkan tema tersendiri untuk ikut dalam even ini.

”Tema kostum saya adalah batik Troso. Dan ini sudah saya persiapkan sejak sepekan yang lalu. Memang saya ingin menampilkan kekayaan daerah saya sendiri, yakni kain dari Troso,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, sudah beberapa kali mengikuti Jepara Carnival. Dan tahun ini, dia lebih terpacu untuk mempersembahkan tampilan yang berbeda. ”Saya memang persiapannya matang, karena diikuti peserta-peserta lain dari Jawa Tengah. Sehingga lebih memotivasi saya untuk menampilkan yang terbaik,” jelasnya.

Dari informasi yang ada, selain peserta dari Jepara, acara ini juga diikuti peserta dari wilayah lain. Seperti Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Blora, Salatiga, Semarang, Rembang, dan lainnya.

Terkait penyelenggaraan acara sendiri, Azumi mengatakan jika dirinya hanya menyayangkan kondisi panggung yang tidak rata. Sehingga saat jalan di atas panggung, rata-rata membuat peserta agak kesulitan.

”Panggungnya tidak rata. Karpet merahnya juga tak diisolasi. Sehingga di saat ada tiupan angin, karpetnya nyelingkap (terbuka, red). Ya, meskipun tidak terbuka lebar, namun hanya terbuka kecil dan kembali tertutup lagi, tapi cukup mengganggu,” paparnya.

Sementara itu, pesera lainnya yang bernama Isabela dari SMA 1 Jepara, mengaku bahwa ia baru kali pertama mengikuti acara fashion semacam ini. ”Berhubung saya baru kali pertama, maka saya persiapannya ya jalan, lenggak lenggok, dan lainnya. Selain itu, untuk kostum dipersiapkan oleh pihak sekolah. Yang penting bisa tampil,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...