Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cegah Pedagang Pasar Pagi Balik ke Lokasi Lama, Ini yang Dilakukan Pemkab Grobogan

grobogan-pasar-2 (e)
Pedagang Pasar Pagi Purwodadi terlihat masih berjualan pada Minggu (5/2/2017), sebelum akhirnya mereka harus direlokasi ke lokasi baru di Jalan Gajah Mada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pedagang Pasar Pagi Purwodadi, Grobogan, memang sudah direlokasi sejak Minggu (5/2/2017). Untuk mencegah pedagang kembali ke lokasi lama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan melakukan langkah sebagai berikut.

Kepala Disperindag Grobogan Muryanto mengatakan, untuk proses relokasi, pedagang boleh mengangkut sendiri tempat jualan dan barang dagangan ke tempat baru.

”Namun jika mereka memerlukan bantuan, kita siapkan dua truk untuk mengangkut barang milik pedagang ke lokasi baru,” ungkap Kepala Disperindag Grobogan Muryanto, yang memimpin langsung proses relokasi.

Muryanto mengatakan, untuk mencegah kembalinya pedagang ke lokasi lama di lahan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi tersebut, pihaknya akan membuat pagar pembatas.

Selain itu, sejumlah anak buahnya akan berkantor sementara di kawasan  tersebut , didampingi petugas keamanan dan Satpol PP. ”Jumlah pedagang yang akan direlokasi ada 901 orang. Proses relokasi tidak bisa dilakukan dalam sehari. Kita kasih toleransi pada pedagang sampai tanggal 10 Februari untuk mengemasi barang dan tempat jualannya,” tuturnya.

Dikatakannya, di pasar baru yang dibangun dengan dana Rp 10,4 miliar itu, terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri dari 72 unit kios berukuran 3×4 meter, kemudian ada 464 unit los kering berukuran 2×1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi, disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.

Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Banyuono. ”Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia, dan lokasinya masih mencukupi,” katanya.

Sementara momen relokasi pedagang juga mendapat perhatian dari masyarakat. Sebagian di antaranya bahkan terlihat sibuk mengambil gambar relokasi, dengan menggunakan kamera handphone.

”Ini hari terakhir para pedagang jualan di sini. Jadi, momen ini perlu diabadikan, biar bisa buat cerita sejarah Kota Purwodadi di masa mendatang,” kata Riyanti, warga Simpanglima Purwodadi.

Editor: Merie

Comments
Loading...