Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Siswa SD Se-Kecamatan Tanggungharjo Grobogan Dilatih Karawitan

Siswa SD Negeri di Kecamatan Tanggungharjo sedang berlatih kesenian tradisional karawitan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Siswa SD Negeri di Kecamatan Tanggungharjo sedang berlatih kesenian tradisional karawitan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya untuk melestarikan kesenian tradisional dilakukan jajaran Dinas Pendidikan Grobogan UPTD Kecamatan Tanggungharjo. Caranya, dengan melatih siswa SD negeri yang ada di kecamatan itu dalam bidang seni karawitan.

“Pelatihan seni karawitan ini belum berjalan lama. Sekitar bulan Oktober 2016 lalu baru kita mulai. Jadi, masih dalam tahap awal,” ungkap Kepala UPTD Kecamatan Tanggungharjo Kudloifi Heny, Sabtu (4/2/2017).

Gagasan untuk memberikan latihan karawitan itu awalnya dilontarkan beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Tanggungharjo. Gagasan itu disambut positif dan ditindaklanjuti dengan membuat program serta berbagai persiapan.

“Salah satu tokoh masyarakat yang melontarkan gagasan adalah Bapak HM Nurwibowo (Wakil Ketua DPRD Grobogan) yang tinggal di Desa Sugihmanik. Pelatihan kesenian tradisional ini juga mendapat dukungan dari Kadinas,” jelasnya.

Latihan karawitan tersebut dilangsungkan di tiga lokasi. Yakni, di Balaidesa Kapung, rumah kosong milik warga Desa Sugihmanik, dan di SDN 04 Desa Ringinpitu. Di masing-masing tempat latihan sudah terdapat seperangkat gamelan yang digunakan untuk berlatih.

Menurut Kudloifi, jumlah SD negeri di Kecamatan Tanggungharjo ada 27 sekolah. Setiap murid kelas III, IV, dan V disasar untuk mengikuti latihan yang dilakukan secara bergiliran. “Latihan dilakukan di luar jam sekolah, jadi tidak mengganggu kegiatan belajar. Jadwalnya juga kita gilir karena tempat latihannya hanya ada tiga lokasi saja,” jelasnya.

Adanya latihan seni karawitan untuk siswa SD itu ternyata mendapat respons positif dan dukungan dari berbagai pihak. Contohnya, pihak Desa Ringinpitu membolehkan balaidesa dan perangkat gamelannya digunakan latihan. Kemudian, ada juga warga yang menyediakan rumah kosong miliknya untuk berlatih karawitan.

“Selain itu, beberapa seniman di Tanggungharjo juga ikut pula memberikan bimbingan pada anak-anak. Apresiasi masyarakat sangat positif. Ini sangat menggembirakan dan menambah semangat para pelatih, guru dan para siswa,” katanya.

Kudloifi menyatakan, ada beberapa tujuan dilakukannya latihan kesenian tradisional buat anak-anak tersebut. Yang utama tentu saja untuk mengenalkan sekaligus buat melestarikan kesenian warisan leluhur pada generasi penerus.

Tujuan lainnya adalah untuk menekan dampak negatif dengan pesatnya teknologi yang sudah menjangkau hingga wilayah pedesaan. Seperti, penggunaan ponsel, layanan internet dan televisi.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...