Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

DPRD Yakin Skema Larangan Bus ke Colo Solusi Bagus

Wacana Bus Peziarah Dilarang ke Kawasan Muria

Sejumlah bus peziarah terparkir di Terminal Colo, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Sejumlah bus peziarah terparkir di Terminal Colo, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an yakin, rencana larangan bus ke Muria bukanlah sekadar wacana. Namun sudah menempuh sejumlah tahapan dan perencanaan yang lama. “Meskipun saat ini belum ada laporan, tapi saya yakin itu sudah melalui proses yang lama. Jadi mungkin memang jadi jalan terbaik,” kata Mas’an kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya yakin, kalau itu sebuah solusi yang dicetuskan Pemkab Kudus. Dan dia mengapresiasi tentang rencana larangan kendaraan bus menuju Colo, karena nantinya peziarah akan lebih aman.

Menurutnya, banyak pemberitaan yang menyebutkan kalau kawasan dataran tinggi Colo rawan terjadi kecelakaan. Dengan kebijakan tersebut, maka berita soal tersebut bakal hilang. Selain itu, jalan menuju makam Sunan Muria juga cukup membahayakan untuk kendaraan besar.

Dia mengatakan rencana tersebut juga terjadi di sejumlah wilayah wisata Indonesia. Seperti halnya di Bali, bus tidak bisa masuk ke semua lokasi wisata. Namun dibuatkan terminal atau parkir bus, untuk kemudian diangkut menggunakan kendaraan wisata.”Jadi tidak ada masalah tentang rencana tersebut. Karena pasti sudah melalui pemikiran yang panjang meskipun saya belum tahu detail perkara tersebut,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran sejumlah pihak tentang sepinya wisatawan atau peziarah, dia meyakini tak akan terjadi. Sebab orang yang sudah niat ziarah pasti sampai lokasi, dan orang yang berwisata pasti juga diniati. Pihaknya meminta warga tak usah panik, karena semua kebijakan pasti ada alasannya. Dan yang pasti semuanya juga melalui proses yang tidak mudah. “Buktinya tadi Bali, di sana meski modelnya naik kendaraan khusus, wisata tetap ramai. Jadi tidak ada masalah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...