Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Seorang Tersangka Pengeroyokan di Jepara Tewas Sebelum Sempat Diadili

Ilustrasi
Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Saiful Hadi, (40) warga Desa Wedelan RT 2 RW 3, Kecamatan Bangsri, yang merupakan salah satu tersangka pengeroyokan terhadap Solekan warga Desa Kedung Leper RT 2/RW 4, Bangsri, tewas saat menjalani masa tahanan di Rutan Kelas II B Jepara.

Dalam hal ini, Saiful Hadi merupakan tahanan titipan dari Polres Jepara. Sebab, berkas kasusnya saat ini masih menunggu untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari Jepara).

Kepala Rutan Kelas II B Jepara Slamet Wiryono mengatakan, Saiful Hadi meninggal duni karena serangan jantung. Yang bersangkutan, katanya, sudah sering sakit-sakitan sejak awal dititipkan di Rutan Jepara sekitar satu bulan lalu.

“Beberapa kali telah diperiksa ke dokter. Terakhir, Kamis (2/2/2017) malam sekitar pukul 22.00 WIB Saiful Hadi kembali mengalami sesak nafas, kejang-kejang lalu pingsan. Oleh pihak kepolisian, tersangka pengeroyokan tersebut, kemudian dilarikan ke RSUD Kartini, namun nyawanya tidak bisa tertolong. Saiful Hadi meninggal sekitar pukul 23.00 WIB. Penyakitnya komplikasi, ada sesak nafas, penyakit jantung dan kejang-kejang,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana membenarkan jika Saiful Hadi punya penyakit jantung. Pihak keluarga juga mengetahui bahwa tersangka memiliki riwayat  penyakit jantung. Karena itu, pihak keluarga memaklumi.

”Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tersangka meninggal murni karena penyakit yang dideritanya,” katanya.

Dia menambahkan, kasus yang melibatkan tersangka masih dalam proses. Tersangka masih menunggu kelengkapan berkas sebelum kasusnya dilimpahkan ke Kejari Jepara.

Untuk diketahui, Saiful Hadi merupakan satu di antara dua tersangka kasus pengeroyokan terhadap Solekan (30) warga Desa Kedung Leper RT 2 RW 4, Bangsri, pada November 2016 lalu. Saiful Hadi mengeroyok Solekan bersama tersangka lain yaitu Kusnandar ( 33) warga RT 4 RW 12 Desa/Kecamatan Bangsri, dan Akhmad Wahyudi (26) warga RT 2/ RW 1, Desa/Kecamatan Bangsri.

Penganiayaan itu lebih mirip aksi pembantaian. Itu lantaran ketiga pelaku membawa pedang dan golok. Beruntung korban berhasil melarikan diri setelah menerima sejumlah sabetan pedang.

Ketiga tersangka mendatangi rumah korban dengan membawa tiga pedang. Tersangka Saiful dan Kusnandar masuk ke rumah korban Solekhan.

Sementara Akhmad menunggu di luar. Dua tersangka kemudian menganiaya korban. Saiful menusuk perut Solekhan, disusul Khusnandar menyabet lengan korban. Saiful Hadi dan dua temannya diamankan pihak kepolisan dari Polres Jepara beberapa hari kemudian.  

Dari pengakuan tersangka, korban pernah memukul temannya pada Hari Raya Idul Adha. Tersangka pun balas dendam dengan mengeroyok korban menggunakan pedang. Saiful Hadi dan dua tersangka lain diancam dengan hukuman 12 tahun penjara. Sambil menunggu berkas perkara selesai, tersangka dititipkan di Rutan Jepara sekitar satu bulan lalu.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...