Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Proses Pencetakan Selesai, SPPT Pajak Bumi dan Bangunan 2017 Grobogan Didistribusikan

Pegawai BPPKAD Grobogan sedang mengerjakan proses cetak SPPT tahun 2017 di kantornya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Pegawai BPPKAD Grobogan sedang mengerjakan proses cetak SPPT tahun 2017 di kantornya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Proses distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB tahun 2017 mulai dilakukan oleh BPPKAD Grobogan. Pendistribusian dikerjakan setelah seluruh SPPT selesai dicetak.

Kepala BPPKAD Grobogan Moh Sumarsono mengatakan, proses pencetakan SPPT perdana sudah mulai dilakukan, Kamis (29/12/2016) lalu. Jumlah SPPT 2017 yang akan dicetak hampir sama dengan tahun 2016, yakni sekitar 791.698 lembar. “Proses cetak butuh waktu sekitar satu bulan lamanya. Setelah selesai, mulai awal Februari kita distribusikan pada wajib pajak,” katanya.

Menurut Sumarsono, proses pendistribusian tidak langsung disalurkan pada wajib pajak. Tetapi didrop ke tiap kecamatan terlebih dahulu. Nantinya, pihak desa akan mengambil SPPT ke kantor kecamatan masing-masing.

Dijelaskan, pencetakan SPPT sebelumnya dilakukan pada awal tahun anggaran baru. Saat ini, proses cetaknya sudah dimulai pada penghujung tahun anggaran sebelumnya. Kebijakan baru itu dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan capaian pendapatan dari setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dengan cepat sampainya SPPT di tangan wajib pajak, lanjut Sumarsono, maka wajib pajak akan segera mengetahui jika mereka punya kewajiban yang harus dilakukan pada pemerintah. Yakni, membayar PBB tahun 2017. Selain itu, jika cepat diterima maka wajib pajak bisa punya jeda waktu yang cukup untuk membayarkan PBB. Untuk pembayaran PPB tahun 2017 masa jatuh temponya hingga 30 September. Di samping itu, dengan diterima lebih cepat maka ada kesempatan untuk melakukan koreksi jika ada kesalahan dalam pencetakan SPPT tersebut.

Sumarsono menambahkan, PBB Perkotaan dan Pedesaan (P2) merupakan pajak yang punya potensi besar di Grobogan. Pada tahun 2013 potensinya mencapai Rp 19,7 miliar lebih. Kemudian, tahun 2014 naik jadi Rp 19,9 miliar lebih dan tahun 2015 naik lagi hingga Rp 22,6 miliar lebih. Sementara tahun ini, potensinya mendekati angka Rp 23 miliar.

“Dari potensi ini, saya menganggap penting dan strategis terhadap segala upaya yang dilakukan dalam rangka penanganan PBB P2 tersebut. Saya berharap agar potensi ini bisa direalisasikan semaksimal mungkin menjadi penerimaan riil dan selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...