Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dua Bule Blusukan di Areal Sawah di Grobogan, Ini Tujuannya

Dua orang staf Kementerian Luar Negeri Inggris dan Belanda saat meninjau Bendung Tirto di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Dua orang staf Kementerian Luar Negeri Inggris dan Belanda saat meninjau Bendung Tirto di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua orang staf Kementerian Luar Negeri Inggris dan Belanda melangsungkan kunjungan khusus ke Grobogan, Rabu (1/2/2017). Masing-masing, Stephen Tudner dari Inggris dan Rita Tessellaar dari Belanda.

Kedatangan dua warga asing di Grobogan ini bertujuan untuk melihat kondisi bangunan jaringan irigasi. Selama sehari, dua WNA ini blusukan ke sejumlah areal sawah untuk melihat langsung kondisi fisik yang ada di lapangan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari. Selain melihat kondisi jaringan yang ada di areal sawah, kedua orang asing itu sempat melihat Bendung Tirto yang berlokasi di desa tersebut.

Sebelum meninjau lapangan, dua WNA ini sempat singgah di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan. Kedua orang ini didampingi pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang Provinsi Jateng.Hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian dan Bappeda Grobogan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono menyatakan, kedua staf kemenlu itu merupakan tim independen dari Bank Dunia. Mereka datang untuk memotret langsung keberhasilan pembangunan jaringan irigasi dan peningkatan produksi tanaman pangan di Grobogan.

“Jadi, mereka juga tahu, kalau di Grobogan merupakan salah satu daerah penghasil padi, jagung, dan kedelai (Pajale) yang potensial. Oleh sebab itu, mereka ingin melihat langsung apakah keberhasilan pengembangan Pajale juga didukung sarana irigasi yang memadai,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan Grobogan itu.

Dijelaskan, dari kunjungan lapangan, dua utusan dari Bank Dunia itu menilai jika pembangunan jaringan irigasi sudah dilakukan dengan baik dan manfaatnya sangat dirasakan para petani. Oleh sebab itu, keduanya akan merekomendasikan supaya bantuan pembangunan jaringan irigasi di Grobogan ditingkatkan lagi.

“Jadi selama ini, kita sudah beberapa kali dapat bantuan dari Bank Dunia untuk pembangunan jaringan irigasi. Nilainya, sekitar Rp 1,5 miliar per tahun. Nah, pembangunan jaringan irigasi dari Bank Dunia inilah yang dicek langsung hari ini. Dari pengecekan hasilnya cukup bagus dan diusulkan nilai bantuannya agar ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Menurut Subiyono, saluran irigasi primer dan sekunder yang dikelola saat ini panjangnya mencapai 305 km. Dengan kondisi ini tentunya sangat memerlukan biaya perawatan yang cukup besar. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya untuk menggandeng kerja sama dengan berbagai pihak, guna mendukung pembenahan infrastruktur jalan dan saluran irigasi.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...