Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Frustasi, Kakek Ini Nekat Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri di Pohon Mangga

Banus, kakek asal Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jepara, yang ditemukan gantung diri di pohon mangga belakang rumahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Banus, kakek asal Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jepara, yang ditemukan gantung diri di pohon mangga belakang rumahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Banus (80), Warga Desa Wedelan RT 2 RW 9, Kecamatan Bangsri, Jepara, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon mangga belakang rumahnya pada Selasa (31/1/2017) malam, sekitar pukul 19.15 WIB.

Belum diketahui secara pasti motif pelaku. Namun, sebelum melakukan aksinya tersebut, pelaku sempat mengaku bosan hidup kepada istrinya yang bernama Parti.

“Banus ditemukan tewas oleh istrinya sendiri, Parti (67). Dari keterangan sang istri, sebelum bunuh diri sekitar pukul 18.30 WIB, korban sempat tiduran bersama istrinya di kamar. Korban sempat mengeluh mengenai kondisinya sudah tua namun tak kunjung meninggal. Sudah tua, mengapa tidak mati-mati,” ujar Kapolsek Bangsri AKP Timbul Taryono. 

Sementara itu, sang istri tertidur terlebih dahulu. Setelah itu, lalu bangun sekitar pukul 19.15 WIB. Namun, suaminya tak lagi di sisinya. Parti berniat mencarinya, namun ia sudah mendapati suaminya tergantung di belakang rumah. 

Informasinya, pelaku gantung diri menggunakan tali sepanjang empat meter. Tinggi ranting pohon untuk mengikat tali sekitar 3,5 meter. Korban diduga naik ke pohon menggunakan tangga.  Hal itu terlihat dari tangga yang masih di pohon samping korban saat ditemukan.

Mendapati laporan adanya orang gantung diri,  petugas dari Polsek Bangsri bersama pihak desa dan puskesmas mendatangi lokasi. Korban langsng dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Bangsri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pelaku. Jenazah pelaku langsung dikebumikan saat itu juga oleh pihak keluarga. ”Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Akhirnya kami minta untuk mengisi surat pernyataan,” ucapnya.

Ia mengimbau agar kejadian serupa tak terulang kembali. Sebab setiap masalah hidup pasti ada penyelesaian.  ”Masalah dalam hidup atas frustasi itu wajar. Tapi jangan sampai mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...