Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disbudpar Keberatan dengan Rencana Larangan Bus ke Colo

Wacana Bus Peziarah Dilarang ke Kawasan Muria

Pengendara melintas di kawasan Colo, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Pengendara melintas di kawasan Colo, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto berharap rencana larangan bus ke kawasan Colo bisa ditinjau kembali. Sebab jika nantinya rencana dilaksanakan, maka berpotensi besar wisata Colo akan sepi.

Hal itu diungkapkan saat dihubungi MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (1/2/217). Menurutnya, tiap peziarah selalu menginginkan hal yang nyaman saat berwisata, termasuk juga saat di Muria. Dia menilai dengan adanya rencana demikian, maka wisata bakal malas untuk datang kembali. “Para wisatawan atau peziarah itu pengennya selalu bersama sama. Jadi jika sampai diganti dengan angkutan kan dipisah. Akibatnya mereka menjadi tidak nyaman dengan hal tersebut,” kata Yuli.

Dikatakan Yuli, jika sampai bus diganti dengan angkutan umum maka antarrombongan bisa terpisah. Hal itulah yang tidak diinginkan wisatawan yang datang dan menyebabkan tidak nyaman. Sebab mereka pasti ingin selalu bersama.

Tak hanya itu, wisatawan juga dipaksa mengeluarkan uang yang lebih dengan aturan itu. Mulai dari naik angkotnya hingga masuk wisatanya. Selain itu, butuh waktu yang lebih lama dalam berwisata, terutama harus menunggu angkot pulang dan pergi.

Menurutnya jika peziarah dan wisatawan sudah merasa tak puas, maka hal yang terjadi bakal kapok untuk datang. Parahnya lagi, para wisatawan yang berasal dari berbagai daerah bakal cerita kepada semua orang tentang tidak nyamannya berwisata di Kudus. “Kami tak ingin jika sampai demikian. Untuk itulah secara pribadi kalau boleh usul bisa dicarikan solusi lain atau win-win solution terkait kemacetan di kawasan atas,” ungkapnya.

Dia mencontohkan dengan cara mencarikan lokasi terminal baru yang dekat dengan kawasan atas, maka peziarah masih tetap bersama dan tetap nyaman saat berwisata. “Namun apapun yang terjadi jika sudah menjadi putusan pemkab, maka kami akan menjalankan. Sebab ini kebutuhan bersama,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...