Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Baru 2 Bulan Dibangun, Talut Sungai di Sempalan Jati Kudus Ambrol

Kadinas PUPR Kudus Sam'ani Intakoris meninjau lokasi talut ambrol di di sempalan, Jati,Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Kadinas PUPR Kudus Sam’ani Intakoris meninjau lokasi talut ambrol di di sempalan, Jati,Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hasil pembangunan proyek publik di 2016 ternyata tak semuanya  berkualitas tahan lama. Hal itu terjadi pada bangunan talut sungai di sempalan, Jati atau barat perempatan RS Mardi Rahayu. Talut tersebut roboh dan jatuh ke sungai, meski baru dua bulan dikerjakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. Dia mengatakan kalau proyek tersebut merupakan proyek pembangunan pada 2016 lalu. Namun selang hanya dua bulan selesai, pekerjaan yang masih garansi itu ambruk.

“Proyek diselesaikan pada 2016 lalu bulan November. Baru berjalan selama dua bulan tapi sudah rusak. Jadi hanya berlangsung selama dua bulan saja talut sudah rusak,” katanya kepada MuriaNewsCom  di Kudus, Rabu (1/2/2017).

Menurutnya, kerusakan talut terjadi sepanjang kisaran 15 meter. Sepanjang itu juga talut ambrol ke sungai dan juga disertai dengan tumpukan tanah material yang berada di sekitarnya. Ambrolnya talut, terjadi pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya hari ini mendatangi lokasi untuk melihat talut yang ambrol.

Pihaknya mengaku tidak tahu persis tentang anggaran dan jenis pembangunan tersebut. Sebab pada 2016 lalu, pekerjaan talut masih dalam tugas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) yang kini menjadi  Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup.”Tapi sekarang sudah menjadi tugas kami, jadi kami akan menyelesaikannya pembangunan tersebut,” ujarnya.

Penyelesaian pembangunan, dikatakan Sam’ani dilakukan dengan cara meminta pertanggungjawaban kontraktor pelaksana. Kemudian, diminta pula pembangunan ulang pada talut yang sudah ambrol tersebut. Pembangunan yang dilakukan nanti, tak hanya dengan menambal dan menata kembali tapi lebih pada pembangunan ulang semua bagian.  Dia memperkirakan talut yang ambrol karena kesalahan pembangunan.

Bagian penguat talut hanya menggunakan besi cor yang bentuknya memanjang. Padahal, seharusnya penguat berbentuk T. Selain itu, tidak adanya lubang saluran air di talut membuat air tak bisa mengalir ke sungai. Hal itu juga membuat tanah menjadi gembur, dan secara perlahan air mendorong talut hingga akhirnya jebol. 

Sementara, pihak Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup yang sebelumnya dari Dinas Cipta Karya belum bisa dikonfirmasi.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...