Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keberadaan Patung 3 Tokoh Perempuan di Bundaran Ngabul Disoal

Audiensi dilakukan oleh Solidaritas Pegiat Seni Jepara dengan DPRD di Ruang Fraksi PPP, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Audiensi dilakukan oleh Solidaritas Pegiat Seni Jepara dengan DPRD di Ruang Fraksi PPP, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Belasan orang yang tergabung dalam Solidaritas Seni Jepara menggeruduk Kantor DPRD Jepara, Senin (30/1/2017). Hal ini terkait dengan keberadaan patung tiga tokoh perempuan yang dibangun di bundaran Ngabul.

Koordinator Solidaritas Pegiat Seni Jepara Didit mengatakan, pembangunan patung 3 tokoh perempuan yang terdiri dari RA Kartini, Ratu Shima dan Ratu Kalinyamat tersebut dinilai telah menggeser keberadaan tugu identitas yang ada di Ngabul, yakni Tugu Adipura.

“Pemkab Jepara telah merobohkan tugu identitas Adipura yang telah menjadi bukti sejarah perjuangan masyarakat untuk mencapai kota bersih. Tugu Adipura yang dirobohkan itu, kini justru diletakkan di tempat pembuangan akhir (TP). Ini pemkab kan menganggap tugu identitas itu sebagai sampah,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga mempermasalahkan salah satu dari patung tersebut, yakni Ratu Shima, yang dinilai tokoh tersebut tidak bisa dipertanggunjawabkan secara ilmiah dan dipertanyakan peran nyata terhadap Jepara.

Selanjutnya, terkait dengan pembuat patung. “Jepara ini kan tempatnya para pematung, tapi kenapa justru untuk pembuatan patung justru diserahkan kepada orang luar Jepara. Ini kan namanya, pemerintah tidak bisa menghargai potensi lokal Jepara,” ujarnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, belasan pendemo terlihat membawa miniatur Tugu Adipura dan melakukan orasi beberapa menit di depan Kantor DPRD. Pendemo kemudian ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Imam Yusdi Gozali, Purwanto dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ashar Ekanto.

Dalam kesempatan itu, Wakil ketua DPRD Imam Yusdi Gozali mengatakan, pihaknya bakal memanggil dinas terkait yang menangangi itu serta Komisi A dan D. “Kami akan memanggil dinas terkait yang membangun atau yang menangani itu,” katanya.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Purwanto mengutarakan, pihaknya juga siap bilamana Tugu Adipura tersebut akan ditempatkan di tempat yang layak. “Kita juga siap bila pemindahan itu tak menggunakan anggaran. Namun kita harus sama-sama iuran,” ungkapnya.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ashar Ekanto mengemukakan, Dinas Ciptakarya, PU dan DKK saat itu memang sebagai instansi sub koordinat kegiatan pembangunan.

“Namun leading sectornya yakni berada di LH. Akan tetapi, bila keberadaan Tugu Adipura yang kini berada di TPA itu belum dianggap kurang pas oleh sebagian kalangan, maka akan kita hadirkan semua instansi terkait,” kata Ashar.

Ia juga manampik bahwa penempatan Tugu Adipura di TPA tersebut dianggap sebagai pembuangan atau penyingkiran tugu. “Tugu adipura ditaruh di TPA juga dirawat, dipantau dan bukan serta merta dibuang begitu saja. Dan bila  ada anggapan bahwa tugu itu dibuang, maka itu kurang pas,” tuturnya.

Dia melanjutkan, pengambilan Tugu Adipura di bundaran Ngabul saat itu juga dengan cara menggunakan alat berat dan lalu ditempatkan di Gedung Ciptakarya saat itu. “Pengambilan itu juga sangat hati hati dengan cara dibedol (cabut) dan lalu ditempatkan di Gedung Ciptakarya,”ungkapnya.

Dia menambahkan, ia juga mengakui bahwa keberadaan ruang terbuka hijau di Jepara sangat minim. Selain itu, salah satu penilaian lomba Adipura yakni yang paling mandasar ialah TPA. Sehingga tugu tersebut ditempatkan di tempat tersebut.”Akan tetapi, untuk kedepannya kita juga sudah ada rencana untuk mencari tempat strategis untuk menempatkan tugu tersebut. Dan kita juga perlu koordinasi dengan dinas atau pihak terkait lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...