Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Parkir Mobil Peziarah Makam Sunan Kudus Dikeluhkan Pengguna Jalan

Sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan di area Menara Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan di area Menara Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus- Keberadaan parkir terminal wisata di Bakalan Krapyak Kudus ternyata tak sepenuhnya dimanfaatkan oleh para rombongan peziarah. Nyatanya, rombongan yang menggunakan mobil elf dan sejenisnya, masih memarkirkan kendaraan di kawasan Menara Kudus.

Amri Soleh, warga Kecamatan Kota, Kudus, mengeluhkan jalan di sekitara terminal Bakalan Krapyak yang menjadi sesak. Hal itu karena sebagian jalan sudah digunakan untuk parkir kendaraan peziarah ke Makam Sunan Kudus. Padahal, jalan diharapkan steril, sebab sudah ada terminal. “Buat apa terminal kalau masih sesak begini? Harusnya semua kendaraan parkirnya itu ya di terminal  Bakalan Krapyak. Bukan malah di kawasan Menara,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Sabtu (28/1/2017). 

Kondisi jalan makin ramai saat liburan seperti sekarang. Karena sebagian masyarakat menggunakan kesempatan libur panjang Imlek. Dia berharap petugas dapat bertindak, sebab melihat lokasi jalan yang digunakan sebagai parkir membuat banyak pengguna jalan menjadi terganggu. 

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kalau keberadaan jalan yang digunakan untuk parkir sebenarnya terlarang. Namun banyak masyarakat yang masih nekat untuk melanggarnya. “Kami sudah menyiapkan skema untuk hal itu. Kami melakukan kerja sama dengan paguyuban untuk melarang peziarah parkir di kawasan tersebut,” kata Didik.

Ke depannya nanti akan dibangunkan sejumlah pos untuk mengaturnya. Pos tersebut, juga dipasang di sepanjang jalan Sunan Kudus, yang mana banyak digunakan untuk parkir peziarah. Beberapa titik yang dimaksud, di antaranya adalah perempatan Menara ke Kelenteng, perempatan Jember dan depan Polytron. Pos tersebut nantinya akan diisi tak hanya dari Dishub, namun dari paguyuban juga dilibatkan.

“Soalnya mereka yang lama di sana. Jadi mereka lebih menguasai dan paham situasinya. Untuk itu, akan dilakukan kerja sama dengan paguyuban. Dan mereka yang akan membantu mengatur,” ujarnya.

Dikatakan, kalau pos tersebut juga akan mengatur tentang kepatuhan paguyuban untuk tak ugal-ugalan. Jika ada yang melanggar, maka sanksi akan diberikan oleh paguyuban tersebut. Sebab anggota paguyuban lain yang akan dirugikan. Dia menambahkan, kalau pos juga akan menghalau bus atau kendaraan besar menuju perkotaan. Sebab selain melanggar, potensi kemacetan akibat kendaraan besar juga terjadi. “Skema akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Jadi pemandangan baru akan nampak di Kawasan Menara Kudus. Tentunya dengan evaluasi dalam beberapa bulan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...