Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pati Kini Punya Gudang Garam Modern

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Brahmantya Satyamurti Purwadi meresmikan gudang garam modern yang terletak di Desa Raci, Batangan, Pati, Jumat (27/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)
Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Brahmantya Satyamurti Purwadi meresmikan gudang garam modern yang terletak di Desa Raci, Batangan, Pati, Jumat (27/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gudang garam modern yang menjadi sentra bisnis garam di Kabupaten Pati diresmikan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Brahmantya Satyamurti Purwadi, Jumat (27/1/2017). Gudang garam yang berada di pinggir pantura Desa Raci, Kecamatan Batangan tersebut diharapkan bisa memasok kebutuhan garam nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono mengatakan, Pati selama ini dikenal sebagai sentra garam di Indonesia. Keberadaan gudang garam di Pati menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam produksi petani Pati.

“Gudang garam ini menjadi harapan besar bagi petani garam di Pati yang selama ini menggunakan gudang tradisional yang terbuat dari bambu dengan ukuran yang sempit. Gudang ini akan bawa kemanfaatan sebagai pemicu semangat petani, sekaligus membawa Pati sebagai bagian dari sentra garam terbaik di Indonesia,” tuturnya.

Anggota DPR RI Firman Soebagyo yang hadir dalam peresmian tersebut menuturkan, Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki pantai terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada. Ironisnya, Indonesia masih melakukan impor garam dari luar negeri.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Sebab, garam tidak hanya berkutat pada garamnya saja, tetapi juga hal-hal yang bersifat strategis. Garam pernah menjadi barang fenomenal. Pada abad pertengahan, garam disebut sebagai emas putih di Jerman karena harganya yang mahal,” kata Firman.

Karena itu, Firman tidak akan membiarkan kondisi Indonesia terus melakukan impor garam. Pasalnya, impor garam disebut hanya menyengsarakan nasib petani garam di Indonesia. Hal itu yang membuat gudang garam modern diperlukan.

Sementara, Brahmantya berharap, gudang garam yang dibangun di Pati bisa dimanfaatkan petani dengan baik. “Bantuan dari pemerintah ini harus dimanfaatkan dengan baik, karena tujuan pembangunan gudang garam untuk mendukung usaha garam di Pati, termasuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...