Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Panwaslu Jepara Tertibkan 446 APK Liar Jenis Rontek Milik Dua Paslon

Petugas Satpol PP melakukan pencopotan salah satu baliho pasangan calon, karena dinilai melebihi jumlah yang telah ditetapkan KPU. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Petugas Satpol PP melakukan pencopotan salah satu baliho pasangan calon beberapa waktu lalu karena dinilai melebihi jumlah yang telah ditetapkan KPU. Saat ini Panwas juga sudah menertibkan 446 APK jenis rontek yang juga menyalahi aturan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) tambahan oleh dua pasangan calon (paslon) tak hanya melebihi kapasitas. Kedua paslon, baik dari kubu Subroto-Nuryahman maupun Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi, juga memasang APK di luar ketentuan KPU. Ratusan APK jenis rontek ditemukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jepara di lapangan.

Komisioner Panwas Tasykuri menyampaikan, selain APK tambahan Panwas telah mencopot 446 APK jenis rontek.  Sebanyak 338 rontek milik paslon Subroto-Nuryahman dan 108 rontek milik Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi. “Semua APK jenis rontek kami copot karena tidak sesuai dengan ketentuan APK,” ungkapnya.

Sebelumnya,  Panwas bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara telah mencopot sejumlah APK tambahan paslon.  Pencopotan dilakukan karena APK tambahan yang dipasang paslon tidak dilaporkan ke KPU Jepara. Sesuai perjanjian, APK dicopot karena hingga batas akhir perjanjian kedua paslon tak melaporkannya. 

Hari pertama pencopotan Rabu (18/1/2017) sekitar 18 APK tambahan di kawasan kota dicopot. Meliputi baliho dan spanduk. Hari berikutnya dilakukan di tingkat kecamatan oleh Panitia Pengawas Kecamatan, yang hingga kemarin pencopotan belum selesai. 

“Pencopotan APK sudah sekitar 90 persen. Sebagian sudah dilaporkan ke Panwas Kabupaten. Saat ini, kami masih melakukan perekapan jumlah APK tambahan yang telah dicopot. Sebagian besar sudah kami copot.  Tinggal beberapa yang masih tersisa di lapangan. Satu sampai tiga hari ke depan mungkin sudah selesai, ” katanya. 

Dirinya juga mengakui proses pencopotan berlangsung agak lama. Sebab,  proses ini bersamaan dengan tes pengawas TPS di kecamatan,sehingga, tenaga Panwascam terbagi dua.

“Kami juga sempat diprotes oleh tim dua calon. Karena ada APK satu paslon sudah dicopot sementara yang APK paslon lain belum dilakukan di satu daerah. Mereka protesnya lewat telepon. Ya kami sampaikan, kalau ini hanya persoalan waktu saja, ” jelasnya.

Dia melanjutkan, laporan sementara APK tambahan yang sudah copot dan direkap yaitu Kecamatan Kalinyamatan, Mlonggo, Tahunan dan Pecangaan.  Dari empat kecamatan tersebut Panwas  mencopot 254 buah.

Rinciannya, 111 baliho, 61 spanduk, dan empat umbul-umbul. Yang paling melebihi batas dari paslon nomor urut satu.  Jumlah baliho yang dicopot Panwas sebanyak 28 baliho di Kecamatan Tahunan dan 35 baliho di Kecamatan Pecangaan. Sementara baliho milik paslon nomor urut dua sebanyak 19 buah di Kecamatan Pecangaan. Padahal, pemasangan baliho maksimal 7 buah se-Kabupaten. 

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...