Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

15 Febuari, Skema Baru Ojek Becak Menara Kudus Dilakukan

Dishub Kudus bersama paguyuban ojek dan becak Menara Kudus mengikuti kegiatan sosialisasi penataan transportasi wisata religi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Dishub Kudus bersama paguyuban ojek dan becak Menara Kudus mengikuti kegiatan sosialisasi penataan transportasi wisata religi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan trayek ojek dan becak Menara Kudus, bakal ditata oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus. Pelaksanaan nanti dimulai dari 15 Februari mendatang. Untuk menjamin hal itu,  pemkab sudah melakukan sosialisasi terkait hal itu, Senin (23/1/2017) di Terminal Bakalan Krapyak. Saat sosialisasi, semua paguyuban dikumpulkan untuk diberikan pengarahan akan rencana perubahan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, sosialisasi semalam berjalan lancar. Para tukang ojek dan becak juga antusias datang. “Hampir semuanya datang, kami mensosialisasikan tentang progam ini hingga larut malam. Dalam sosialisasi juga tak ada sikap keberatan dari para paguyuban,” kata Didik kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (24/1/2017).

Menurutnya, sebelum sosialisasi dilaksanakan, pihaknya juga sudah mengkomunikasikan dengan beberapa pihak. Di antaranya adalah pihak serikat pekerja, paguyuban dan sejumlah pihak lain yang juga terlibat. Dia mengatakan, nantinya saat seorang juru ojek membawa peziarah dari Krapyak ke Menara. Mereka kembali ke Krapyak kosong.

Dengan demikian, maka bakal mampu mengurangi kepadatan lalu lintas hingga 40 persen. Sebab, para tukang ojek dan becak tidak akan kelayapan tanpa adanya penumpang. Jika sekali trayek, maka jalanan akan penuh dan itu yang sering dikeluhkan pengguna jalan.

Dijelaskan kalau sebenarnya peziarah sudah capek setelah perjalanan jauh. Jadi mereka hanya ingin kenyamanan . Untuk itulah pemerintah harus menatanya agar peziarah nyaman, dan juga aman sampai tujuan. “Nanti semua parkir atau mangkal di Bakalan Krapyak. Termasuk paguyuban dari Menara Kudus. Dan keberadaan Taman Menara hanya digunakan sebagai pangkalan sementara saja sambil menunggu penumpang,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi adanya kecurangan, maka pembayaran akan menggunakan karcis. Dan petugas penukaran karcis direncanakan dari para paguyuban sendiri yang membentuk. Tentunya, dengan pendampingan dari pihak Dishub. Rencananya, progam akan dievaluasi dalam empat bulan ke depan. Selama empat bulan, akan dipantau mana saja yang membutuhkan pembenahan dan evaluasi. Sebab diakuinya kalau kebijakan pasti ada celahnya dan membutuhkan penyempurnaan.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...