Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gudang Mebel di Tahunan Jepara Ludes Terbakar

Gudang mebel milik Jumar warga Desa Langon RT 6 RW 3 Kecamatan Tahunan, Jepara terbakar pada Senin malam tadi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Gudang mebel milik Jumar warga Desa Langon RT 6 RW 3 Kecamatan Tahunan, Jepara terbakar pada Senin malam tadi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Gudang mebel milik Jumar warga Desa Langon RT 6 RW 3 Kecamatan Tahunan, Jepara ludes dilalap api pada Senin (23/1/2017) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Puluhan petugas pemadam kebakaran yang mendapatkan laporan kebakaran tersebut langsung meluncur ke tempat kejadian perkara. Setidaknya, ada tiga mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak menjalar kepemukiman warga setempat.

Atap bangunan gudang beserta tumpukan kayu yang sedang dikeringkan ludes dilalap si jago merah. Warga pun ikut berusaha membantu menyelamatkan kayu komponen mebel dengan menjauhkan dari kobaran api.

Jumar, pemilik gudang kayu mengatakan, kebakaran terjadi saat proses pengeringan mebel jenis  parkit atau komponen meja yang terbuat dari bahan baku kayu jati.

Pihaknya menduga kebakaran terjadi akibat suhu oven yang terlalu panas, sehingga menimbulkan api dan menjalar ke kayu yang sedang dikeringkan.

“Mungkin saja kebakaran itu lantaran oven kayu yang terlalu panas. Sehingga membakar kayu itu sendiri. Selain itu, sebenarnya kayu itu akan dibongkar pada Senin pagi, namun para pekerja tidak ada yang masuk. Sehingga tak jadi dibongkar. Selain itu, kejadian tersebut juga membakar beberapa kayu atau mebel senilai Rp 60 juta yang akan dikirim ke wilayah Medan pada Selasa pagi ini. Namun kayu ini justru terbakar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kejadian kebakaran itu secara tiba tiba. Saat itu, dirinya telah pergi mencari makan, dan setelah tiba di lokasi, dirinya melihat kepulan asap dari gudang kayu.”Saat itu saya mencari makan, pulang pulang sudah ada asap mengepul,”ungkapnya.

Dengan kejadi tersebut ia harus menanggung kerugian ratusan juta rupiah. Dirinya juga urung mengirimkan pesanan kayu atau mebel ke wilayah Medan.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...