Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Waduh, Kawasan Pungkruk Kini Malah Dijadikan Tempat Mesum

Kawasan Pungkruk yang kini justru dimanfaatkan oleh oknum warga untuk berbuat mesum ketika malam hari. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Kawasan Pungkruk yang kini justru dimanfaatkan oleh oknum warga untuk berbuat mesum ketika malam hari. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, dulu terkenal dengan banyaknya tempat karaoke dan oleh pemda setempat, sekitar dua tahun lalu dibongkar dan akan dijadikan pusat wisata kuliner. Meski belum pasti waktunya, namun tahun ini rencananya tempat ini sudah akan difungsikan sebagai pusat kuliner.

Namun demikian, kondisi Pungkruk yang kini cukup sepi, justru disalahgunakan sebagian orang. Baik itu untuk berpacaran atau tindakan yang tidak pantas lainnya. Informasinya, beberapa pasangan muda-mudi sering ke tempat ini pada malam hari.

Saidah (43) salah seorang warga Mororejo mengatakan, dengan dibongkarnya tempat karaoke di Pungkruk, sedikit demi sedikit kawasan tersebut sudah mulai “bersih.” Namun, kondisi yang sepi di kawasan ini, justru dimanfaatkan oleh beberapa remaja untuk berbuat tindakan yang tak pantas.

“Dulu, di sini memang tempat karaoke dan misalnya ada pasangan muda mudi datang kemari untuk pacaran itu hal yang sudah menjadi rahasia umum. Akan tetapi karaoke ini kan sudah dibongkar, sekarang lahannya juga sudah pada kosong, namun kok masih ada pasangan remaja yang datang kemari untuk begituan. Meskipun tidak sampai ketahuan warga, namun, hal semacam itu justru bisa menimbulkan hal yang tak baik. Sebab tempat ini kan juga sudah dibangun tempat kuliner,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya pasangan muda-mudi yang datang ke tempat tersebut untuk mesum, juga tak lepas dari minimnya penerangan yang ada di tempat itu. Sehingga, warga berharap pemerintah segera untuk melakukan perbaikan, baik itu memberi penerangan atau fasilitas lain.

Terpisah, salah satu pengunjung pantai Pungkruk Ariyanto (47) dari dari Mulyoharjo, Jepara mengutarakan, bila memang tempat tersebut dijadikan tempat wisata kuliner, maka pemda harus bergerak cepat.

“Bila jalannya lamban, maka saya yakin bahwa sebagain masyarakat bisa berpandangan jika Pungkruk masih saja menjadi tempat maksiat. Meskipun di sini sudah dibangun kios kuliner, tapi bisa saja mempunyai pikiran bahwa kios itu malah tempat karaoke,” ujarnya.

Ia menilai, penanganan pemda terhadap tempat karaoke di Pungkruk itu tinggal selangkah lagi. Sehingga untuk menciptakan wisata kuliner harus bisa lebih cepat lagi. “Sebenarnya, perobohan, pembongkaran tempat karaoke tahun lalu itu kan lebih berat ketimbang meneruskan fungsi bangunan kuliner ini. Sebab di saat pembongkaran itu kan taruhannya nyawa, toh meneruskan untuk wisata kuliner yang sudah ada bangunannya tinggal anggarannya dicairkan dan sisa karaoke itu ditutup,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...