Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rawan Longsor, Desa Gunungsari Pati Dihijaukan 1.500 Pohon

Mahasiswa, polisi, TNI dan warga beramai-ramai menanam 1.500 bibit pohon di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Mahasiswa, polisi, TNI dan warga beramai-ramai menanam 1.500 bibit pohon di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu merupakan satu di antara daerah di Pati yang rawan longsor. Hal itu wajar, mengingat kawasan di lereng pegunungan Muria itu memiliki struktur perbukitan bersamaan dengan padatnya penduduk.

Untuk mengantisipasi tanah longsor, Pati Student of Sultan Agung (Passa), mahasiswa asal Pati yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersama dengan penyuluh kehutanan Kecamatan Tlogowungu dari Balai Pengelolaan Hutan Wilayah II Pati, Koramil, Polsek dan warga setempat melakukan gotong royong menanam pohon. Penanaman pohon di pinggiran jalan dekat jurang diharapkan bisa menahan agar tanah tidak ambrol dan longsor.

“Kami sudah melakukan identifikasi daerah mana yang rawan longsor. Salah satunya di Gunungsari. Banyak lahan-lahan kritis di sana, sehingga sangat perlu ditanami pohon sebagai perekat tanah, sekaligus penyerap air yang baik,” ujar Ketua Passa, Bagus Setiawan, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, keberadaan pohon sangat penting di tengah cuaca ekstrem. Pohon berfungsi sebagai rumah manusia. Pohon sebagai penyimpan cadangan air selama musim kemarau panjang, pilar penyangga tanah saat banjir, termasuk penahan gelombang air saat banjir bandang melanda.

Dia berharap, sebanyak 1.500 bibit pohon yang ditanam bisa dijaga dengan baik. Menjaga lingkungan sama halnya menjaga diri sendiri dan keberlangsungan masyarakat. Bila bibit yang sudah ditanam tidak dijaga, aksi yang dilakukan dinilai percuma.

Penyuluh kehutanan Tlogowungu, Sri Hastuti menambahkan, 1.500 bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman keras. Salah satunya, pohon sengon, mahoni, tanjung, alpukat, nangka, hingga trembesi. Penanaman diprioritaskan di berbagai lahan dengan struktur tebing dan tidak ada tanaman yang bisa menahan pergerakan tanah bila terjadi hujan.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...