Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Madrasah di Kudus Siap Ikuti UNBK

ILUSTRASI
ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Peserta UNBK tak hanya diikuti oleh sekolah negeri. Namun puluhan sekolah swasta tingkat madrasah, juga siap mengikutinya. Puluhan madrasah itu meliputi tingkat MA dan MTs.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Hambali melalui Kasi Pendidikan Madrasah Su’udi mengatakan, sekolah di lingkup madrasah sudah ada yang ikut UNBK. Yakni ada 13 MA. Sedangkan tingkat MTs berjumlah 7 madrasah. “Tahun ini cukup banyak dari madrasah yang siap UNBK. Jadi ini merupakan tingkat kemajuan dalam jenjang pendidikan di tingkatkan madrasah,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (21/1/2017).

Biasanya sebuah MTs, juga ada MA. Untuk itu, kebanyakan dari MTs yang melaksanakan UNBK karena MA-nya menyelenggarakan. Jadi mereka bergabung. Kalau untuk MTs yang belum ikut UNBK, pihaknya masih mencari solusi.

Dia mengaku, saat mengikuti rapat di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk ujian manual, soal memang dikirim dalam bentuk softcopy. Tiap kelas akan menyediakan satu printer. Hal itu tergolong baru dalam hal pemberian soal UN. Hanya untuk teknis secara resmi masih menunggu aturan. “POS Unas belum jadi, dan konsep yang ada di dalamnya, sementara seperti itu. Itu bisa saja berubah. Dalam waktu dekat ini kami akan mengundang kepala MTs dan MA untuk sosialisasi mengenai Unas,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah MA secara keseluruhan ada 35 unit dan MTs sekitar 65 sekolah.  Perbandingannya yang ikut UNBK dan yang tidak sangat jauh. Kalau memang tidak memungkinkan UNBK, terpaksa memang manual. “Kami tetap upayakan MTs yang belum bisa UNBK, memang harus bergerak cepat karena mencari sekolah yang sudah UNBK, kalau digabung-gabungkan melihat kapasitasnya, ini yang perlu kami ketahui,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kendala yang paling banyak ditemukan adalah fasilitas komputer yang terbatas. Untuk itulah dicari solusi untuk mengatasi persoalan komputer tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...