Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cuaca Ekstrem, Petani Kencur di Pati Merugi

Suparno, petani kencur asal Desa Selorejo, Gembong tengah memanen kencur untuk menghindari pembusukan akibat cuaca ekstrem. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Suparno, petani kencur asal Desa Selorejo, Gembong tengah memanen kencur untuk menghindari pembusukan akibat cuaca ekstrem. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, membuat petani kencur di Pati merugi. Pasalnya, sebagian besar kencur yang mestinya bisa dipanen justru membusuk.

Kondisi itu dikeluhkan Suparno, salah satu petani kencur asal Desa Selorejo, Kecamatan Gembong, Pati. Kondisi cuaca dengan hujan intensitas tinggi dibarengi panas yang tidak menentu mengakibatkan empon-empon kencur mengalami pembusukan.

Hal itu terlihat dari daun tanaman kencur yang menguning, layu dan mati. “Banyak daun kencur yang menguning, layu dan mati. Itu menjadi pertanda kencurnya membusuk akibat terlalu banyak air dalam tanah,” ungkap Suparno, Sabtu (21/1/2017).

Padahal, harga kencur saat ini diakui tengah meroket. Namun, dia harus gigit jari karena tidak bisa menikmati panen kencur dalam jumlah yang banyak di tengah harga kencur yang tinggi di pasaran.

“Masih bisa panen, tapi tidak bisa sebanyak biasanya. Terhitung rugi, karena biasanya panennya bisa optimal tapi sekarang sedikit. Namun, kerugian secara finansial tidak. Hanya saja, rugi tenaga dan perawatan,” tuturnya.

Untuk memanen kencur, Suparno harus melakukan perawatan dalam waktu sampai dua tahun. Lamanya penanaman kencur berpengaruh pada hasil panen yang berkualitas. Bila hanya setahun sudah dipanen, hasilnya masih belum bagus.

“Perawatan biasanya memakan waktu dari 1,5 tahun hingga dua tahun. Kalau cuma setahun sudah dipanen, hasilnya kecil dan kurang bagus. Namun, panen dini terpaksa dilakukan untuk menghindari banyaknya kencur yang membusuk,” imbuhnya.

Selama ini, Suparno menjual kencur kepada pengepul untuk disetorkan di kota-kota besar. Kencur akan disetorkan ke pasar lokal bila bentuknya kecil akibat dipanen terlalu dini. Dia berharap, cuaca bisa kembali berangsur membaik agar panennya bisa optimal.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...