Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Festival Durian, Cara Pemda Jepara Lestarikan Buah Durian Lokal

DURIAN PETRUK, APA KABARMU?

Buah durian yang kini banyak dijual di salah satu pasar di Jepara. Untuk bisa melestarikan durian lokal khas Jepara, pemda juga rutin menggelar lomba durian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Buah durian yang kini banyak dijual di salah satu pasar di Jepara. Untuk bisa melestarikan durian lokal khas Jepara, pemda juga rutin menggelar lomba durian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Selain terkenal sebagai hasil mebel dan ukiran yang sudah mendunia, juga terkenal dengan produk duriannya, terutama durian dari daerah Ngabul dan Tahunan. Ada beragam jenis durian di sini, di antaranya adalah durian petruk.

Durian petruk memang sudah menjadi ikon durian khas Jepara, meski saat ini keberadaannya disebut-sebut sudah tidak ada, karena pohonnya sudah mati. Jika pun ada, buah tersebut merupakan hasil okulasi dan keturunan dari yang ke sekian kalinya.

Namun, Jepara bukan hanya punya durian petruk. Banyak durian jenis lainnnya yang juga tak kalah lezat dan enak. Untuk itu, Pemda Jepara berupaya terus mengembangkan dan melestarikan durian lokal khas Jepara, di antaranya dengan mengadakan festival durian.

Djoko Mardiyono, pensiunan  Kepala UPT Wilayah Tahunan pada Distanak Jepara yang sekaligus menjadi petugas perlindungan tanaman mengatakan, pameran durian di Jepara pertama kali digelar oleh Pemda sekitar tahun 1980, yang digagas oleh Kepala Dinas Pertanian Jepara saat itu Ir. Sinung Harjo.

“Ketika itu, lomba ini salah satu tujuannya adalah mencari ikon baru Jepara selain ukir. Karena di Jepara banyak tumbuh pohon durian, maka ketika itu diadakan lomba durian. Ketika itu pemenangnya adalah durian milik Pak Petruk, yang kemudian dikenal hingga sekarang dengan sebutan durian petruk,” ujarnya.

Setelah itu, katanya, lomba durian juga terus digelar setiap tahun, yang biasa diadakan pada bulan Desember. Pada bulan ini, biasanya merupakan puncak panen buah durian.

“Perlombaan itu biasanya dilakukan pada bulan Desember di alun-alun Ngabul atau tempat lainnya, tergantung dari wilayah yang ditentukan oleh pihak pemda. Akan tetapi, pada tahun 2016 lalu, lomba durian lokal tersebut tak digelar oleh Dinas Pertanian lantaran wilayah Jepara gagal panen durian,” imbuhnya.

Ia menilai, gagalnya panen durian di wilayah Jepara pada tahun 2016 dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi. Sehingga pertumbuhan durian terganggu serta tak bisa dipanen.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...