Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wayang Kulit Jumat Kliwon di Grobogan Diharapkan Rutin Digelar

Warga menyaksikan pementasan wayang kulit di pendapa Pemkab Grobogan, Jumat (20/1/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Warga menyaksikan pementasan wayang kulit di pendapa Pemkab Grobogan, Jumat (20/1/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak meminta agar pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon di pendapa kabupaten Grobogan terus dilestarikan. Sebab, ajang kesenian tradisional itu masih digemari banyak orang. Terbukti, dalam setiap pentas ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

“Hampir setiap malam Jumat Kliwon saya selalu nonton wayang kulit di pendapa sini. Saya berharap pagelaran wayang ini tetap dilestarikan dan jadi ikon tersendiri buat Grobogan,” ujar Suwito, penggemar wayang kulit dari Desa Depok, Kecamatan Toroh.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, untuk tahun 2017 ini, pagelaran wayang tiap Jumat Kliwon dipastikan tetap dilangsungkan. Sebab, sudah ada alokasi dana dari APBD.

“Kalau tidak salah, tahun 2017 ini ada 10 kali pagelaran Jumat Kliwon. Khusus malam Jumat Kliwon yang jatuh pada bulan Ramadan, pagelaran wayangnya ditiadakan. Pada bulan lainnya, ada terus,” katanya.

Menurutnya, pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon itu sudah menjadi agenda rutin selama beberapa tahun terakhir. Sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi.

“Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Sebab, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri.

“Jumlah dalang lokal tercatat masih ada sekitar 50 orang. Tiap pagelaran, dalang yang tampil ada dua orang. Jadi, mainnya bergantian. Hal ini salah satu tujuannya supaya para dalang bisa dapat kesempatan tampil,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...