Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wonosoco Undaan Antisipasi Banjir

Kades Wonosoco menunjukkan lokasi sungai pertemuan sungai dari Pati dan Purwodadi di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Kades Wonosoco menunjukkan lokasi sungai pertemuan sungai dari Pati dan Purwodadi di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari daerah desa yang menjadi ancaman banjir adalah Desa Wonosoco, Undaan, Kudus. Selama beberapa tahun terakhir, desa yang berbatasan dengan Purwodadi itu terus berbenah mengantisipasi bencana banjir.

Kades Wonosoco Undaan Setiyo Budi mengatakan, selama ini beberapa perubahan terus dilakukan dengan melihat situasi lapangan. Menjadi daerah yang berpotensi banjir, maka pihaknya mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk menanganinya. “Hampir tiap tahun kami melawan banjir. Apalagi selama musim penghujan seperti ini, banjir bisa datang kapanpun,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (19/1/2017).

Menurutnya, untuk 2017 ini saja, pihak desa tengah mengalokasi dana sejumlah Rp 150 jutaan untuk membuat sudetan bawah tanah. Sudetan dilakukan di bawah tanah milik warga, yang mana sebelumnya sudah diberitahu atas rencana tersebut. “Warga sadar akan potensi banjir yang besar. Makanya dia sepakat tanahnya digunakan untuk arus air agar sungai tidak kewalahan menampung air,” ujarnya.

Menurutnya, sudetan tersebut sifatnya berada di bawah tanah. Sudetan seperti terowongan bawah tanah dalam ukuran besar. Sehingga bagian atas tanah masih bisa digunakan untuk keperluan pemiliknya. Sudetan atau sungai buatan tersebut memiliki kedalaman sekitar dua meter. Kemudian lebar mencapai satu setengah meter, yang mampu memecah arus air sungai. Sementara panjangnya mencapai 40 meter.”Kami menggunakan cor semua, melihat anggaran yang terbatas, maka kami harus memutar otak untuk menangani bencana banjir,” ungkapnya.

Rencana pembuatan sudetan didapat lantaran posisi sungai yang melengkung. Sehingga ketika sentoran air tinggi, maka air banjir pasti tumpah ke kawasan rumah penduduk. Untuk itulah dibuatkan sudetan, yang mampu memecah arus air.

Dia menjelaskan, sebenarnya banjir di kawasan Wonosoco merupakan kiriman dari Purwodadi dan Pati Sukolilo. Dua daerah tersebut mengirim air banjir lewat sungai yang mengarah ke sungai Desa Wonosoco. Akibat dari hal itu, desa kerap dilanda banjir bandang.

Selain membuat sudetan, kata kades, pihaknya juga sempat melebarkan sungai dari dua arah tersebut. Hasilnya cukup mengagumkan dengan tak ada bencana banjir bandang selama 2016. Karena, aliran air dapat ditampung dalam sungai. “Sebenarnya air hanya lewat saja, tapi karena tampungan terbatas, maka sampai luber. Bahkan bisa membanjiri pemukiman warga,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...