Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perlu Semangat Daendels Membangun Jalan Grobogan 

Akrom Hazami red_abc_cba@yahoo.com
Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

KABUPATEN Grobogan merupakan wilayah terluas kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap. Saking luasnya, pemerintah sampai kewalahan mengurusnya. Di antara hal yang bikin pemerintah kewalahan mengurusnya adalah persoalan infrastruktur jalan. Mereka gagal memberikan pelayanan infrastruktur jalan yang bagus.

Tidak heran, jika kerusakan jalan di wilayah tersebut kerap menuai protes. Persoalan jalan rusak di Grobogan sebenarnya bukanlah masalah kemarin sore. Masalah ini telah ada sejak bertahun-tahun lamanya. Dan itu terjadi sampai sekarang.

Jalan kabupaten adalah salah satu infrastruktur yang belum terbenahi maksimal, selain juga jalan provinsi dan jalan nasional di Grobogan. Silakan buktikan sendiri dengan melintas jalan kabupaten. Bagi warga setempat, mereka sudah tak kaget dengan masalah menahun itu. Tapi bagi warga luar kota yang jarang melintas di Grobogan, Anda akan dibuat kaget. Jadi tolong tingkatkan rasa berhati-hati setiap kali melintas jalanan Grobogan.

Di antara pemicu jalan rusak Grobogan yakni persoalan geografis.  Grobogan merupakan lembah yang diapit oleh dua pegunungan kapur, yaitu Pegunungan Kendeng di bagian selatan dan Pegunungan Kapur Utara di bagian utara. Sedangkan bagian tengah wilayahnya adalah dataran rendah. Dua sungai besar yang mengalir adalah Kali Serang dan Kali Lusi. Oleh karena tekstur tanahnya kapur, maka mudah sekali jalan-jalan di wilayah Grobogan rusak, baik yang aspal biasa, maupun yang dibeton atau dicor.

Pemicu mudahnya jalan aspal di Grobogan rusak selanjutnya adalah kondisi tanah labil dan sering bergerak. Maka sekuat apapun jalan beton dibangun tetap akan memudahkan jalan tersebut rusak. Mengingat tanahnya yang labil. Kondisi tanah Grobogan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Blora yang mayoritas tanahnya mudah bergerak.

Dua pegunungan di Grobogan juga kebanyakan dipenuhi hutan jati, mahoni dan campuran, yang memiliki fungsi sebagai resapan air hujan. Di samping juga sebagai lahan pertanian meskipun dengan daya dukung tanah yang rendah.

Lembah yang membujur dari barat ke timur merupakan lahan pertanian yang produktif, yang sebagian telah didukung jaringan irigasi. Lembah ini selain dipadati oleh penduduk, juga aliran banyak sungai, jalan raya dan jalan kereta api. Hal itu juga yang mendorong mudahnya jalan di Grobogan rusak.

Secara alam saja, Grobogan kurang mendukung untuk menjadi kabupaten pemilik jalan mulus. Apalagi jika kontraktor penggarap jalan setengah hati dalam pengerjaan. Jelas kualitas jalan tidak akan berlangsung lama. Dijamin permukaan jalan cepat retak, mengelupas, bergelombang dan berlubang.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meresmikan rumah layak huni di Desa Panimbo, Kecamatan Kedungjati, Sabtu (14/1/2017) sampai terenyuh gara-gara jalan. Bagaimana mungkin jalan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali itu dipenuhi permukaan jalan rusak. Terutama  ruas jalan dari Kedungjati menuju Desa Panimbo.

Dalam kesempatan itu, Sri menyampaikan pada warga setempat, dalam APBD Tahun 2017 sebagian besar diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Termasuk beberapa ruas jalan kabupaten di Kecamatan Kedungjati. Alokasi dana perbaikan jalan disiapkan Rp 200 miliar lebih.

Tidak heran jika Bupati langsung melontarkan tantangan khusus pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono. Tantangannya adalah apakah bisa menyelesaikan proyek perbaikan jalan sebelum Lebaran? Khususnya, untuk proyek perbaikan jalan yang dibiayai dengan dana pinjaman dari pihak ketiga sebesar Rp 200 miliar. Tantangan yang dilontarkan pada Kadinas PUPR itu cukup realistis. Sebab, momen Lebaran masih cukup lama, yakni sekitar akhir Juni mendatang.

Karenanya,untuk bisa mencapai target tersebut, ada satu hal yang perlu dilakukan. Yakni, melangsungkan proses pelelangan proyek secepatnya. Masalah pinjaman sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Sesuai rencana, dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian timur dan barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar.

Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan. Nilai tiap pekerjaan di atas Rp 2,5 miliar. Pinjaman dana untuk perbaikan jalan ini didapat dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perusahaan ini merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang pembiayaan infrastruktur.

Kadinas PUPR Subiyono menyatakan siap menerima tugas yang dibebankan. Meski dinilai cukup berat namun, mantan Kadinas Pengairan itu akan berupaya semaksimal mungkin  menuntaskan perbaikan jalan sebelum Lebaran. Dia targetkan pada awal Maret sudah mulai proses lelang proyek. Kemudian, awal April proyek perbaikan jalan sudah mulai dilakukan sehingga bisa rampung waktunya sebelum Lebaran.

Apa yang disampaikan pemerintah merupakan titik cerah bagi penanganan jalan. Harapannya, rencana itu bisa dilakukan dengan baik. Tentunya pantauan proyek yang ketat, juga bisa membuat pengerjaan jalan terlaksana dengan baik.  Harapannya nanti Grobogan jalan mulus yang berlangsung lama.

Yang terpenting adalah menghadirkan semangat Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels 1762-1818). Sebagaimana diketahui, Daendels menyelesaikan pengerjaan jalan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Daendels mampu membangun jalan sepanjang 1.316 km. Jalan itu terbentang dari Anyer Merak sampai Panarukan  Banyuwangi. 

Tentu bukan banyaknya korban jatuh yang ditiru. Tetapi yang ditiru adalah tekadnya. Tekad untuk mewujudkan jalan merupakan spirit mahal yang harus dimiliki. Mengingat medan Kabupaten Grobogan bukanlah medan biasa. (*)

Comments
Loading...