Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berkas Perkara Lengkap, Kasus Suami Bunuh Istri di Grobogan Dilimpahkan ke Pengadilan

Jaksa penuntut umum Kejari Grobogan Sri Wisnu Respati sedang bersiap memeriksa Tugiyono, tersangka pembunuhan terhadap istri di Kejaksaan Negeri Grobogan, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Jaksa penuntut umum Kejari Grobogan Sri Wisnu Respati sedang bersiap memeriksa Tugiyono, tersangka pembunuhan terhadap istri di Kejaksaan Negeri Grobogan, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dari Satreskrim Polres Grobogan, berkas perkara kasus dugaan pembunuhan terhadap istri yang dilakukan tersangka Tugiyono (43) akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat, Rabu (18/1/2017). Tersangka dilimpahkan ke kejaksaan berikut barang bukti yang berhasil diamankan.

“Kami sudah menerima pelimpahan dari kepolisian. Tersangka akan tetap ditahan di Rutan Purwodadi selama 20 hari ke depan. Sebelum masa penahanan habis, kami upayakan sudah mendaftarkan perkara ke pengadilan untuk segera disidangkan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Grobogan Rully Trie Prasetyo pada wartawan.

Setelah dilimpahkan, tersangka sempat diperiksa kesehatannya dan kondisinya cukup baik. Tersangka dibawa ke kantor kejaksaan dengan mengenakan baju lengan panjang warna putih, celana hitam, sandal slop dan memakai kopiah.

Rully menambahkan, meski kena ancaman hukuman di atas sembilan tahun penjara namun tersangka tidak didampingi pengacara sejak dalam masa penyidikan.

“Tadi juga sempat saya tanya soal pengacara karena ini cukup penting mengingat ancaman kasusnya di atas sembilan tahun. Keberadaan pengacara nanti dimungkinkan saat persidangan dimulai dengan penunjukan dari majelis hakim ketika memimpin sidang pada kali pertama,” jelasnya.

Saat ditanya soal tidak ada pengacara yang mendampingi, Tugiyono sempat tertunduk. Kemudian, dia menyatakan, alasan tidak didampingi penasehat hukum lantaran tidak memiliki biaya.

Seperti diberitakan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Tugiyono terhadap istrinya itu terjadi, Minggu (27/11/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban yang bekerja jadi guru PNS di SDN Putatsari 01, Kecamatan Grobogan baru pulang setelah beberapa hari mengikuti pelatihan.

Begitu sampai rumah, pasangan suami istri itu kemudian terlibat pertengkaran. Kemudian, Tugiyono sempat menghantam istrinya dengan kursi kayu. Tidak berhenti disitu, Tugiyono selanjutnya mengambil sebilah bendo yang terselip di dinding rumah dan menyabetkan senjata tajam itu ke perut istrinya hingga ususnya terburai keluar.

Usai melakukan aksi sadisnya, Tugiyono sempat kabur lewat pintu belakang ketika tetangganya berdatangan ke rumah. Sebelum akhirnya ditangkap selepas subuh, Tugiyono sempat mencoba bunuh diri dengan minum racun dan menceburkan diri ke dalam sumur di areal sawah. Namun, upaya bunuh diri itu gagal.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...