Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jangan Kaget dengan Burung Merpati di Kantor Pemerintahan Grobogan

burung
Salah seorang pegawai menebarkan jagung kepada puluhan ekor burung merpati di kantor Setda Pemkab Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi yang jarang bertandang ke kantor Setda Grobogan, jangan kaget bila menjumpai puluhan ekor burung merpati di sekitar kawasan perkantoran itu. Soalnya, merpati ini ternyata juga tinggal di gedung berlantai tiga tersebut.

Namun, merpati ini tinggalnya tentu saja tidak di dalam gedung. Tetapi bersarang di bagian luar atap gedung lantai tiga. “Sarangnya ada di atas. Gak kelihatan dari bawah sini,” ujar Sutopo, staf Setda Grobogan yang biasa memberi makan puluhan merpati saat jam istirahat.

Merpati itu sudah menempati tempat itu cukup lama, sekitar dua tahunan. Awalnya, hanya ada beberapa ekor dan kemudian berkembang biak hingga mencapai 50 ekor. “Jumlahnya gak pernah saya hitung. Kayaknya sekitar 50 ekor,” ujar staf TU pimpinan itu.

Meski jumlahnya cukup banyak, puluhan merpati itu sepertinya juga punya sopan santun. Yang mana, burung itu tidak pernah masuk ke ruang kantor meski pintu dan jendelanya terbuka.

Menjelang tengah hari, beberapa ekor merpati mulai turun di halaman menunggu orang yang biasa melempar jagung datang. Begitu orang yang ditunggu terlihat membawa kaleng berisi jagung, merpati dari atap langsung beterbangan ke halaman.

Beberapa kali, puluhan merpati itu sempat terbang lagi ke tempatnya bersarang. Hal ini terjadi ketika ada orang asing yang lewat di halaman saat merpati tengah melahap jagung. “Kalau sama saya burungnya jinak karena sudah biasa berinteraksi. Kalau ada orang asing biasanya langsung kabur ke atas,” kata Sutopo sembari tertawa.

Dalam satu hari, puluhan merpati itu dikasih jagung sekali. Biasanya saat jam istirahat. Sekali makan, biasanya dikasih 2-3 kg jagung. Persediaan jagung itu disuplai dari iuran sukarela para pegawai yang peduli dengan keberadaan merpati itu. “Merpati itu tidak pernah diperjual belikan. Sengaja dibiarkan berkembang biar tambah banyak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...