Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Sebabnya, Kenapa Durian Petruk Khas Jepara Mulai Sulit Didapatkan

DURIAN PETRUK, APA KABARMU?

Salah satu pedagang durian di Jepara. Saat ini, durian jenis petruk yaitu durian khas Jepara, cukup sulit untuk didapatkan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Salah satu pedagang durian di Jepara. Saat ini, durian jenis petruk yaitu durian khas Jepara, cukup sulit untuk didapatkan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara selain terkenal sebagai hasil mebel dan ukiran yang sudah mendunia, juga terkenal dengan produk duriannya, terutama durian dari daerah Ngabul dan Tahunan. Ada beragam jenis durian di sini, di antaranya adalah durian petruk.

Namun demikian, untuk bisa merasakan durian yang memiliki cita rasa khas manis dan lezat ini, serta mempunyai ciri bentuk buahnya yang besar dan panjang, daging buah yang tebal, berwarna kuning mentega, dan bijinya kecil, saat ini memang cukup sulit.

Di Kecamatan Tahunan, yang merupakan salah satu pusatnya durian, saat ini juga sulit dijumpai. Bahkan, banyak pedagang di pasar buah, memasok durian dari luar daerah Jepara.

Wardi, salah satu warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, yang juga membudidayakan buah durian mengaku, tidak tahu pasti kenapa penjual buah durian di pasar, saat ini kebanyakan memasok durian dari luar Jepara.

Menurutnya, dimungkinkan pohon durian yang berada di Jepara tidak menghasilkan panen yang banyak, termasuk pula durian jenis petruk. Sehingga, tengkulak lebih banyak memasok dari luar Jepara.

“Sekarang durian petruk memang sangat sulit untuk didapatkan di Jepara. Yang banyak, sekarang ini justru durian asal luar Jepara yang banyak dipasok untuk diperjual belikan di wilayah Jepara. Memang kita akui, saat ini durian biasa saja di Jepara hasil panennya juga sangat sulit,” katanya.

Menurutnya, untuk budidaya buah durian juga memerlukan perawatan yang baik. Yakni dengan diberikan pupuk yang sesuai. Jika pertumbuhannya baik, maka diperkirakan pada usia 8 tahun, pohon durian sudah berbuah.

Kemudian, hama juga menyebabkan hasil panen buah durian saat ini agak menurun. Hama menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah. Sehingga buah durian yang masih muda juga akan sulit untuk berkembang.

“Bila itu sudah menyerang maka gejalanya yakni kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yg berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Gipah, penjual durian yang terkenal di Jepara yang berada di Dukuh Telap, Desa Kecapi mengatakan hal senada. Saat ini durian di Jepara yang ditanam oleh warga sulit untuk dipanen.

“Tahun ini memang tak ada hasil panen durian dari Jepara. Apakah itu durian petruk maupun jenis lainnya. Mungkin saja cuacanya, mungkin jug ada banyak hama. Sehingga rata-rata penjual durian memang dipasok dari luar daerah. Termasuk saya juga membeli atau menebas dari berbagai wilayah. Yang penting memiliki setok, gitu saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Comments
Loading...