Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Woro-woro! Pasar Pagi Purwodadi Segera Diresmikan, Ini Jadwalnya

Ratusan pedagang pasar pagi di kawasan lahan PT KAI dalam waktu dekat akan direlokasi ke tempat baru di jalan Gajah Mada Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Ratusan pedagang pasar pagi di kawasan lahan PT KAI dalam waktu dekat akan direlokasi ke tempat baru di jalan Gajah Mada Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pengundian tempat jualan di Pasar Pagi Purwodadi sudah beberapa waktu lalu selesai dilakukan. Namun, hingga kini, rencana peresmian dan relokasi pedagang dari tempat lama ke pasar baru belum juga dilakukan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Muryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, rencana peresmian pasar pagi sudah disiapkan. Jika tidak ada kendala, peresmian akan dilakukan Bupati Sri Sumarni pada 4 Februari mendatang.

“Kita sudah siapkan beberapa alternatif untuk hari peresmian. Setelah kita sesuaikan dengan agenda bupati, dipilih hari Sabtu tanggal 4 Februari untuk acara peresmiannya. Rencana peresmian sudah kita bahas pula dengan komisi B DPRD Grobogan dan paguyuban pasar pagi,” katanya.

Setelah peresmian, agenda selanjutnya adalah proses relokasi pedagang. Yakni, dari lokasi lama di kawasan bekas Stasiun kereta api Purwodadi ke Pasar Pagi di jalan Gajah Mada.

Proses pemindahan akan dilakukan sehari setelah peresmian, yakni Minggu 5 Februari. Pemindahan pedagang tidak dilakukan serempak tetapi akan dikerjakan bertahap selama beberapa hari. Hal itu dilakukan mengingat jumlah pedagangnya banyak.

Menurutnya, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” jelas Muryanto.

Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter. Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Banyuono. Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi.

“Jadi, untuk pengundian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kior, los kering maupun basahan sudah rampung,” jelas Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...