Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Siswi SMK NU Banat Raih Prestasi Desain Nasional

Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus bersama guru pembimbing Ida Rusmayanti memperlihatkanya karyanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus bersama guru pembimbing Ida Rusmayanti memperlihatkanya karyanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus, berhasil meraih peringkat IV pada Grand Prix Final Sakura Collection Asia Students Awards 2016 yang digelar di AEON Mall BSD City Tangerang, Banten, Sabtu (14/1/2016) lalu. Bukan hanya meraih prestasi, namun juga dia merupakan peserta termuda.

Afifah ditemui di sekolahnya, Selasa (17/1/2017) mengatakan, peserta yang ikut123 orang. Dari peserta itu, hanya dia yang usianya 15 tahun dan hanya dia pula satu-satunya siswi SMK. Peserta lainnya merupakan perancang busana dan mahasiswa.

“Kalau rata-rata usia yang mengikuti kisaran 20 hingga 30 tahun. Jadi saya yang kebetulan paling muda di antara para peserta lainnya,” katanya.

Menurutnya, dalam ajang itu desainer wajib mengirimkan tiga jenis karya berupa ilustrasi. Kemudian dipilihlah 10 finalis. Mereka nantinya harus mewujudkannya dalam bentuk pakaian jadi.

Dia menjelaskan, pakaian ala Jepang karyanya terinspirasi dari sebuah perayaan dari Festival Hanami, sebuah festival melihat bunga sakura di Jepang dengan tempo zaman kuno yang didatangi kalangan elite kerajaan. Dari sanalah ide membuat hasil karya dengan dominan warga biru dan merah muda muncul.

“Saya membutuhkan waktu sampai satu pekan untuk membuatnya. Dan warna biru dan pink saya pilih lantaran terlihat lebih indah dan energik,” ujarnya.

Dia mengaku baru kali pertama ikut even. Mulanya dia grogi karena tak punya pengalaman.”Berbekal internet maka saya beranikan diri mengikuti perlombaan. Dan kendala memang grogi karena lawannya orang hebat-hebat,” jelasnya.

Disinggung soal harga karyanya, dia mengaku belum tahu. Sebab dia hanya berniat mengikuti perlombaan saja.

Sementara, guru pembimbing Ida Rusmayanti mengatakan, pihak sekolah bangga atas prestasi yang didapat. Karena meski masih duduk jelas X, namun sudah mampu bersaing.

“Untuk siswa memang perlu sering-sering ikut perlombaan. Jadi tidak hanya sebatas pameran saja. Dengan demikian akan tahu kondisi  lapangan dan pasar,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...