Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Rasanya Kerupuk Keong Khas Waduk Gembong

 Anggota kelompok tani wanita Putri Sela Desa Selorejo menunjukkan produk olahan keong yang dibuat Bahiya. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Anggota kelompok tani wanita Putri Sela Desa Selorejo menunjukkan produk olahan keong yang dibuat Bahiya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim hujan membuat populasi keong di kawasan Waduk Gembong membeludak. Sebagian warga mengambilnya untuk kebutuhan lauk-pauk. Namun, ada juga yang mengolahnya menjadi kerupuk keong.

Adalah Khoridatul Bahiyah. Warga Desa Selorejo, Kecamatan Gembong ini memanfaatkan banyaknya populasi keong yang berkembang di kawasan waduk menjadi kerupuk keong. Rasanya gurih dengan sensasi yang berbeda dengan kerupuk pada umumnya.

Ide membuat kerupuk keong berawal dari keprihatinan Bahiyah untuk memanfaatkan keong menjadi produk yang berbeda. Pasalnya, keong selama ini sebatas dimanfaatkan untuk kebutuhan lauk-pauk, seperti sate, tumis atau keong rebus. Sementara, produk makanan ringan dari keong masih sangat minim.

“Berawal dari niat untuk menaikkan nilai ekonomi keong, saya kemudian memiliki ide untuk membuat kerupuk. Kalau kerupuk ikan sudah biasa. Beda lagi kalau kerupuk keong yang selama ini masih sangat minim. Bahannya juga gratis diambil dari waduk,” kata Bahiyah, Selasa (17/1/2017).

Seperti membuat kerupuk pada umumnya, kerupuk keong buatan Bahiyah menggunakan bahan-bahan dari terigu, tapioka, ketumbar, bawang putih, bawang merah, garam olahan, dan sedikit gula. Semua bahan dicampur dengan keong yang sudah dihaluskan menggunakan blender.

Adonan dikukus, dipotong-potong, kemudian dijemur di bawah terik matahari. Bila benar-benar sudah kering, kerupuk digoreng dalam minyak panas. Rencananya, kerupuk keong buatan Bahiyah akan dijual di kawasan wisata Waduk Gembong.

“Saat ini, kerupuk keong baru sebatas dikonsumsi untuk pribadi dan dibeli teman-teman sendiri. Ke depan, saya ingin jual di kawasan waduk dan pasaran. Selain kerupuk keong, saya juga mengolah keong menjadi abon, keripik, dan rempenyek,” pungkasnya.

Baca juga : Keong Waduk Seloromo Gembong Disulap jadi Abon Lezat

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...