Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Sejumlah Traffic Light di Rembang yang Sering Dilanggar Pengendara Motor

Salah satu traffic light di Rembang yang cukup sering tidak berfungsi efektif, karena, masih banyaknya pengendara motor yang menerobos. (Humas Polres Rembang)
Salah satu traffic light di Rembang yang cukup sering tidak berfungsi efektif, karena, masih banyaknya pengendara motor yang menerobos. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Keberadaan traffic light yang sejatinya berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas, terkadang masih saja tak berfungsi secara efektif. Masih banyak pengendara yang sengaja untuk menerobos, meskipun traffic light menyala dengan baik.

Seperti halnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang, yang selama ini traffic light tidak berfungsi secara efektif. Pasalnya, meskipun sudah cukup lama terpasang namun masih saja banyak pengendara yang tidak mentaati rambu-rambu tersebut.
Setidaknya ada tiga traffic light yang selama ini seolah tidak dianggap oleh pengendara. Dua di antaranya berada di jalur Pantura, yaitu di Pertigaan Pasar Sarang dan Pertigaan Pandangan, Kragan. Kemudian, satu traffic light lagi yang juga kerap dilanggar adalah di Pertigaan Koramil Pamotan.

Traffic light di Pasar Sarang, kerap dilanggar oleh pengendara sepeda motor, sepeda motor roda tiga serta andong. Biasanya, mereka melanggar saat melintas dari arah pasar menuju timur atau barat.
Tak pelak, ulah dari sebagian pengendara tersebut justru menimbulkan kemacetan dan potensi kecelakaan. Kondisi itu juga diperparah masih banyaknya angkutan umum, seperti bus mini yang sengaja berhenti lama di pertigaan.

Di Pertigaan Koramil Pamotan, pengendara dari arah Lasem dan Sedan juga kerap tidak menggubris adanya lampu merah yang menyala. Pelanggaran didominasi oleh kendaraan roda dua.

Sementara itu, traffic light di Pertigaan Pandangan, sampai saat ini masih belum difungsikan. Padahal, rambu tersebut sudah sebulan lebih dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang. Akibatnya, lokasi tersebut masih kerap semerawut oleh lalu-lalang kendaraan dari tiga arah. Bahkan, baru-baru ini terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban tewas akibat belum normalnya keberadaan traffic light di sana.

Kepala Dishub Kabupaten Rembang Suyono mengatakan, banyak kendala yang menyebabkan tiga traffic light tersebut kerap dilanggar. Faktor utamanya adalah minimnya kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu-lintas.

“Di Pandangan, kami sudah beberapa kali uji coba. Namun, masyarakat masih belum terbiasa dan justru menimbulkan bahaya kecelakaan. Ini sementara belum kami fungsikan karena masih tahap sosialisasi. Akhir bulan ini akan diuji coba kembali

Kasatlantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkaranen menyatakan, pihaknya sudah kerap melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar traffic light. tingkat kesadaran warga terhadap aturan lalu-lintas masih rendah.

Menurutnya, untuk menempatkan petugas di lokasi-lokasi tersebut sementara ini juga terbentur dengan jumlah personel. Sehingga, pihaknya lebih mengefektifkan kegiatan patroli lintas kecamatan untuk meminimalisaso pelanggaran.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...