Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diterjang Anging Kencang, Tempat Pembuatan Mebel di Jepara Roboh

Warga beserta BPBD melakukan gotong royong untuk melakukan perbaikan tempat mebel yang roboh diterjang angina. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Warga beserta BPBD melakukan gotong royong untuk melakukan perbaikan tempat mebel yang roboh diterjang angina. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib nahas menimpa Masruhan (43) warga Desa Tegal Sambi RT 5 RW 1 Kecamatan Tahunan, Jepara. Pria yang berprofesi sebagai pembuat mebel tersebut harus merugi puluhan juta rupiah lantaran tempat pembuatan mebelnya roboh terkena angin kencang pada Senin (16/1/2017) malam sekitar pukul  20.00 WIB.

Masruhan menceritakan, bahwa tempat atau rumah pembuatan mebel roboh seketika saat terkena angin kencang yang disertai hujan. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak korban jiwa. Namun kerugian material yang dialaminya mencapai lebih Rp 30 juta lebih.

“Untungnya saat kejadian itu tak ada korban. Sebab pada waktu itu saya berada di rumah tetangga untuk bertahlilan orang meninggal dunia. Padahal sebelum kejadian itu rumah atau tempat pembuatan mebel ini sering ditempati warga untuk berkumpul atau bekerja,” ungkapnya.

Selain merbohkan rumah atau tempat pembuatan mebel yang berukuran 10×10 meter tersebut, kejadian itu juga merusak sebuah kendaraan roda 2 Kawasaki Kaze R yang tertimpa reruntuhan puing-puing tersebut.

Sementara itu, Petinggi Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, untuk saat ini pihak desa sudah memberikan tali asih sebesar Rp 1 juta. “Kita sudah menganggarkan bagi warga yang tertimpa musibah. Dan itupun melihat terlebih dahulu kondisi kerugiannya. Kalau seprrti ini kita berikan Rp 1 juta. Namun untuk kebakaran hingga ludes sebesar Rp 2.5 juta,” tuturnya.

Sementara itu saat ditanya mengenai anggaran untuk korban bencana, ia memaparkan bahwa selama 2 tahun terahir pemerintah setempat sudah mengeluarkan sebanyak Rp 5 juta rupiah per tahun untuk setiap tahunnya yang disumbangkan kepada masyarakat.

“Kalau mengingat pengalaman 2 tahun lalu, kita setiap tahun menganggarkan Rp 5 juta per tahun untuk korban bencana. Akan tetapi, kita juga berharap supaya bencana alam ini bisa diminimalkan. Sebab kita mengangarkan biaya untuk korban bencana alam juga tak serta merta untuk menginginkan bencana di desa ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...