Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Menderita Penyakit Hernia Sejak Usia 3 Bulan,Tak Surutkan Bocah Ini untuk Mewujudkan Cita-citanya Menjadi Penyair

 Abdul Fatah saat tampil pada pentas seni yang digelar di TPA Bandengan, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Abdul Fatah saat tampil pada pentas seni yang digelar di TPA Bandengan, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Abdul Fatah terlihat begitu bersemangat ketika membacakan puisi-puisi karya penyair terkenal. Seperti halnya yang terlihat dalam pagelaran apresiasi seni yang diselenggarakan SAMUPA di TPA Bandengan beberapa hari lalu.

Penampilannya begitu memukau di atas panggung. Apalagi, saat tampil berkolaborasi dengan seniman-seniman, yang nota bene usianya jauh lebih tua darinya. Ya, bocah yang baru berusia 9 tahun ini tampil begitu pede di hadapan penonton yang hadir.

Namun siapa sangka, di balik penampilannya yang begitu bersemangat, ternyata, bocah ini menderita penyakit hernia atau turun berok. Penyakit ini sudah dideritanya sejak usia tiga bulan.

Namun demikian, putra dari pasangan Sholikin dan Masita, warga Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Bate Alit, Jepara ini, memiliki gairah dan semangat yang tinggi dalam menjalani kehupannya sehari-hari. Apalagi ketika bersentuhan dengan puisi.

Beberapa kali ia meraih juara dalam lomba baca puisi. Terakhir, pada peringatan Hari Pahlawan tahun lalu, dirinya berhasil menyabet juara pertama tingkat umum. Pun demikian, dirinya juga mampu menunjukan prestasi yang cukup baik di bidang akademik. Setidaknya, dirinya berada di peringkat 10 besar di sekolahnya, yakni di  SDN 4 Mindahan.

Dirinya mengaku, ingin sekali menjadi penyair. Menurutnya, seorang penyair itu bisa menuangkan kata-kata indah yang bisa disampaikan kepada seluruh orang. “Fatah mau jadi penyair yang hebat. Kan dalam puisi, Fatah bisa menyampaikan perasaan Fatah, lewat kata-kata yang tertuang dengan indah,” katanya.

Dirinya juga mengaku, sering diajak oleh ayahnya untuk melihat pertunjukan seni, baik itu teater ataupun pembacaan puisi. Sehingga, dirinya juga semakin tertarik dengan dunia seni. Apalagi, dalam dua tahun terakhir ini,  dirinya sudah berani mencoba untuk terjung langsung dalam dunia seni.

“Ayah saya kebetulan juga berkecimpung pada dunia seni. Ayah sering mengajak saya untuk melihat pentas seni di dearah Jepara maupun luar Jepara, khususnya ketika liburan sekolah.Saya jua sering mendapatkan undangan untuk mengisi sebuah acara pentas yang digelar oleh seniman lokal atau juga luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut ia katakan, meski dirinya berasal dari keluarga yang pas-pasan, namun, hal tersebut tak harus membuatnya minder untuk mewujudkan cita-citanya sebagai penyair. “Ayah seorang tukang kayu, sedangkan ibu seorang buruh ngampelas. Tapi ini semua saya syukuri,” ucapnya.

Bocah yang juga sedang mulai gemar memainkan biola dan suling itu, mengaku bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang. Keluarga yang lengkap dan harmonis juga membuatnya bahagia.

Sementara itu, Sholikin, ayah dari Fatah mengatakan, bahwa kehidupan itu tidak perlu mempunyai banyak uang. Karena bahagia tersebut tak mampu diukur dengan banyaknya materi. “Tidak perlu banyak uang dan terlahir dari keluarga yang mewah. Karna bahagia itu tidak mampu diukur dengan banyaknya uang yang kita miliki. Memang benar uang itu mampu untuk membeli segalanya, tapi bagi kami uang tidak mampu membeli kebagaiaan dan kesehajaan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...