Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemecatan Kader PDIP Pati yang Terlibat dengan Kotak Kosong Segera Diproses

 Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin (kiri) memberikan sambutan dalam rapat kerja cabang di Kantor PDIP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin (kiri) memberikan sambutan dalam rapat kerja cabang di Kantor PDIP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah Abang Baginda memastikan akan melakukan pemecatan kepada setiap kader yang membelot dan tidak mendukung pasangan calon Haryanto dan Saiful Arifin. Pasalnya, rekomendasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Megawati sudah menjatuhkan pilihannya kepada Haryanto-Arifin.

Di Kabupaten Pati, seorang kader yang masuk jajaran struktural DPC PDIP Pati, Jumadi dianggap membelot dari perintah partai karena beberapa kali melakukan konsolidasi dengan relawan kotak kosong. Jumadi juga dituding menyiarkan kotak kosong di depan publik.

Dalam waktu dekat, Jumadi akan dipanggil untuk menghadap DPD PDIP Jateng. Dia diminta untuk menjelaskan tentang dugaan keterlibatannya dengan relawan kotak kosong, seperti yang dituduhkan DPC PDIP Pati melalui surat usulan yang disertai bukti-bukti.

“Kami sudah menerima surat usulan pemecatan dari DPC PDIP Pati. Usulan pemecatan disertai dengan alasan rasional lengkap dengan bukti-buktinya. Kami akan segera tindak lanjuti dengan memanggil Jumadi,” ucap Baginda.

Dia menganggap sikap yang ditempuh Jumadi merupakan “drama” yang menggelikan. Di tengah Pilkada Pati yang kurang beberapa hari lagi, dia justru mencederai perintah dari partainya sendiri. Perintah yang diinstruksikan langsung Megawati untuk mengusung Haryanto-Arifin.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengaku sudah meminta Jumadi untuk keluar dari barisan. Ali kecewa berat dengan kader PDIP yang melaksanakan perintah partai. Jumadi dinilai tidak konsekuen, iya di depan tapi tidak di belakang.

“Di depan bilang iya, di belakang bilang tidak. Itu namanya tidak konsekuen. Jangan ada dusta di antara sesama kader partai. Itu bukan jiwa kader PDIP. Pengurus DPC mestinya tahu berpolitik, jangan sampai mengambang,” tandas Ali.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...