Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Api Gas Metan TPA Tanjungrejo Kudus Hanya Bisa untuk Masak Mi Instan

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, dan kiri tampak TPA Tanjungrejo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, dan kiri tampak TPA Tanjungrejo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan gas metan, yang berada di TPA Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, masih belum maksimal digunakan. Melihat hal itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, menargetkan peningkatan pemanfaatan gas metan.

Dia berharap pada tahun ini gas metan mampu mencukupi kebutuhan api di lingkungan TPA. “Pada tahun ini harus bisa digunakan. Minimal saat mau memasak atau menyalakan api bisa menggunakan gas metan dari TPA,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Untuk saluran gas metan sebenarnya sudah tersedia. Pralon yang ditancapkan dan diarahkan ke tempat khusus penggunaan gas juga sudah ada. Sehingga pihak pengelola TPA tinggal menggunakannya untuk kebutuhan.

Diakuinya, api yang dimunculkan dari gas metan TPA memang masih kecil. Meski demikian, bukan berarti api yang ada tak bisa dipakai. “Kalau cuma memasak mi cukup, apinya meski kecil masih bisa jika digunakan untuk memasak mi instan,” ungkap dia.

Dia merencanakan, penanaman pipa akan ditambah. Hal itu untuk menambah keluarnya gas metan, sehingga api yang dihasilkan juga akan lebih besar lagi. Jika lebih besar gasnya, maka saluran gas juga bisa diperkuat dan diperluas.

Dikatakan, berdasarkan data, luas TPA sekitar 5,6 hektare (Ha).  Jika semuanya dapat dikelola, maka gas metan tak menutup kemungkinan akan dapat dialirkan ke permukiman warga untuk membantu kebutuhan.

“Ukurannya masih kecil yang dibuat gas metan. Yakni berukuran sekitar 1000 meter persegi saja. Dan pralon yang dipasang berjumlah 10 pralon dengan kedalaman tiga meter tiap pralon,” ujarnya.

Menurut dia, semakin dalam sampah yang ada, maka semakin besar pula api yang dihasilkan. Hanya, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah kepadatan dan kerapatan penutupnya. Semakin banyak sampah dan rapat penutup atasnya, maka api akan semakin banyak.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...