Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jembatan Cinta Ujungbatu, Pesona Unik dari Jepara

 Jembatan Cinta yang menghubungkan Kelurahan Jobo Kuto dan Ujungbatu, Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Jembatan Cinta yang menghubungkan Kelurahan Jobo Kuto dan Ujungbatu, Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jika Anda melewati berwarna hijau yang memanjang di atas Kali Wiso, yakni yang menghubungkan Kelurahan Jobo Kuto-Ujungbatu, ada baiknya mengurangi kecepatan kendaraan. Sebab, ketika di atas jembatan ini, Anda bisa menemukan pesona keunikan jembatan yang melengkung ini. Tak hanya itu, dari atas jembatan ini, Anda juga bisa melihat di kanan kiri perkampungan nelayan yang bisa menjadi objek foto yang menarik.

Dari atas Jembatan Cinta ini, Anda juga bisa mendapatkan pemandangan laut lepas, karena jaraknya dengan pantai sangat dekat, hanya beberapa ratus meter saja. Tentu saja jika saat sore tiba, pemandangan sunset dapat dilihat dengan nyaman dan mengasyikkan. Bahkan, dari jembatan ini, Anda juga bisa melihat keindahan Pulau Panjang.

Jembatan Cinta ini, biasanya akan semakin ramai ketika malam hari. Muda-mudi biasa menikmati suasana malam dan eksotisme alam dari atas jembatan ini. Mereka biasanya cukup betah untuk berlama-lama nongkrong di jembatan tersebut.

Adanya trotoar di jembatan tersebut, membuat cukup nyaman bagi pengendara lain ketika melewati jembatan tersebut. Karena, mereka yang nongkrong di sini berada di atas trotoar.

Perangkat Kelurahan Jobo Kuto Urip Sunaidi (57) mengatakan, tak ada yang tahu persis asal usul jembatan tersebut disebut Jembatan Cinta. Namun, banyaknya muda-mudi yang nongkrong di tempat tersebut, dimungkinkan menjadi awal jembatan tersebut disebut Jembatan Cinta.

“Sebutan itu untuk Jembatan Cinta itu bukan dari pemerintah. Kemungkinan diberikan oleh warga setempat yang sering menjumpai atau melihat pasangan muda mudi yang nongkrong di atas jembatan tersebut,” katanya.

Dirinya juga menyatakan, jika jembatan tersebut sudah pernah beberapa kali direhab. Terahir kali, jembatan ini direhab sekitar 7 tahun yang lalu. “Dahulu sebelum direhab itu memang berbentuk datar dan menjulang tinggi. Berhubung sudah direhab, maka jembatan ini ditinggikan dengan tanjakan sekitar 7 meter, diberi trotoar, pagar, dan lampu hias. Sehingga bila ingin menikmati pemandangan yang bagus ya di malam hari. Terlebih dengan peninggian jembatan itu, baik perahu atau kapal warga setempat bisa masuk ke dalam Kali Wiso yang menghubungkan laut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tak hanya warga setempat, katanya, banyak juga warga dari wilayah lain yang sengaja datang ke Jembatan Cinta, untuk menikmati suasana malam di jembatan tersebut.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...