Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kader PDIP Pati Tak Terima Dituding Membelot ke Kotak Kosong

Jumadi, kader PDIP Pati yang dianggap membelot ke kotak kosong, kendati dia membantahnya dengan keras. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Jumadi, kader PDIP Pati yang dianggap membelot ke kotak kosong, kendati dia membantahnya dengan keras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kader PDIP Pati, Jumadi tidak terima dituduh membelot dan merapatkan barisan ke relawan kotak kosong. Persoalan kumpul dengan kotak kosong dianggap sesuatu yang wajar, sehingga apa yang dituduhkan pengurus DPC PDIP Pati dinilai berlebihan.

“Yang namanya orang kumpul-kumpul dengan kotak kosong itu kan wajar, jangan disalahartikan lah. Jangan diperbesar. DPC cuma melihat kumpul-kumpul saja, kecuali saya mengarahkan, mencatat atau memakai kaos kotak kosong, itu baru fakta,” ungkap Jumadi, Jumat (13/1/2017).

Karena itu, apa yang dituduhkan pengurus DPC PDIP Pati dianggap terlalu tendensius, berlebihan, dan tidak mendasarkan pada fakta. Jumadi berani memastikan bila dirinya tidak membelot dari partainya sendiri.

“Tidak. Salah itu kalau saya dianggap membelot. Masih satu bulan kok. Persoalan di program Mata Najwa, saya melihat dan menyaksikan sama orang banyak, bukan di panggung. Saya juga tidak buat statement,” ucap Jumadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran pengurus DPC PDIP merasa keberatan dengan sikap Jumadi yang terlihat “mesra” dengan relawan kotak kosong. Usulan untuk memecat Jumadi dari struktur kepengurusan DPC PDIP juga sudah dibahas dengan melayangkan surat kepada DPD dan DPP PDIP.

Mereka khawatir, Jumadi akan membocorkan informasi internal partai PDIP kepada relawan kotak kosong bila masih di pengurusan PDIP. Jumadi pun dianggap berdiri di dua jalur sehingga dinilai membahayakan bagi keberlangsungan partai.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PDIP Pati Budiono mengaku malu dengan sikap Jumadi yang membelot dari instruksi partai. Sebagai partai pengusung, kader punya kerja untuk memenangkan paslon Haryanto-Saiful Arifin yang telah ditunjuk DPP PDIP.

Budiono menilai, apa yang dilakukan Jumadi merupakan pelanggaran berat. Tak tanggung-tanggung, Budiono mengusulkan supaya Jumadi bisa dilakukan pemecatan dengan tidak terhormat. Jumadi dianggap tidak tegak lurus dan mencederai titah partainya sendiri.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...