Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kemenag Jepara Tunggu Surat Edaran Terkait Tambahan Kuota Jemaah Haji

Ilustrasi
Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tambahan kuota jemaah haji Indonesia 2017 sebanyak 52.200 jemaah dari 168 ribu menjadi 221 ribu berdampak positif terhadap pengurangan daftar tunggu jemaah. Termasuk daftar tunggu jemaah haji dari Jepara yang saat ini hingga 23 tahun. 

Jumlah kuota tambahan ini, juga ditunggu-tunggu masyarakat Jepara yang sedang antre untuk berangkat ke Mekkah. Namun, sejak pengumuman penambahan kuota itu disampaikan Presiden Joko Widodo, Rabu (11/1/2017) malam dengan Menteri Agama, hingga Kamis (12/1/2017) ini Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara belum mendapat surat edaran terkait hal tersebut. 

”Kami masih menunggu. Kami juga sudah menghubungi Kantor Wilayah (Kanwil) tapi edaran memang belum turun,” kata Kasi Haji dan Umroh pada Kemenag Jepara Ali Arifin.

Jumlah jemaah haji yang dijadwalkan berangkat dari Jepara tahun ini sebanyak 852 jemaah sesuai dengan porsi yang diberikan Kanwil. Dengan adanya pengembalian kuota dari 80 persen menjadi 100 persen, secara otomatis Jepara juga akan mendapat bagian. 

“Sejauh ini kita belum tahu tambahan untuk Jepara. Penambahan ini akan berdampak pula pada daftar atrean. Daftar anterean untuk Jepara saat ini sampai 23 tahun,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, penambahan kuota positif untuk pengurangan daftar antrean. Namun, pihaknya belum bisa memprediksi sejauh mana penambahan kuota ini berpengaruh. Apakah nantinya hanya satu tahun, dua tahun, atau sampai di bawah 20 tahun masa antrean. ”Kalau sudah turun nanti dari Kanwil akan ada rincian perkiraan daftar tunggu. Kita tunggu saja penambahan ini,” ujarnya. 

Sementara itu, saat disinggung mengenai biaya haji 2017, pihaknya mengatakan bahwa, saat ini masih di kisaran Rp 35 juta per jemaah. “Hal itu belum bisa dipastikan karena biaya haji mengikuti naik turun nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kalau berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya ya ada yang hanya Rp 32 juta, Rp 34 juta sampai 37 juta,” ucapnya. 

Selain itu, terkait antisipasi jemaah yang berangkat melaui jalur luar negeri, pihaknya sudah mensosialisikannya pada pihak-pihak terkait.”Kita mengimbau agar masyarakat tak menggunakan jalur tersebut. Karena itu di luar jalur yang sudah ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...