Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pilkada Pati Makin Panas, Kader PDIP Dituding Merapat ke Kotak Kosong

Pengurus DPC PDIP Pati mengadakan rapat internal untuk membahas Jumadi, kader PDIP yang dianggap membelot dan merapat ke relawan kotak kosong, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)
Pengurus DPC PDIP Pati mengadakan rapat internal untuk membahas Jumadi, kader PDIP yang dianggap membelot dan merapat ke relawan kotak kosong, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pati semakin memanas, mendekati pemungutan suara yang akan digelar 15 Februari 2017. Jumadi, kader PDIP dituding membelot dan merapat ke relawan kotak kosong.

Hal itu menyusul sikap Jumadi yang terlihat mendampingi Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati, Sutiyo saat mengikuti program Mata Najwa yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Hal itu mendapatkan perhatian serius dari pengurus DPC PDIP Pati dengan menggelar rapat darurat, Kamis (12/1/2017).

Ketua DPC PDIP Ali Badrudin mengatakan, instruksi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati yang memberikan rekomendasi kepada pasangan calon Haryanto-Saiful Arifin harus diamankan. Kader harus tegak lurus mengusung Haryanto-Arifin sesuai dengan perintah partai.

“Kalau ada kader yang membelot, kami akan mengambil langkah tegas. Kami akan melayangkan usulan kepada DPD dan DPP PDIP untuk mengambil langkah tegas,” ujar Ali.

Menurutnya, Jumadi tidak hanya sekali terlihat “mesra” dengan relawan kotak kosong. Jumadi diketahui acapkali melakukan pertemuan dengan relawan kotak kosong sehingga dianggap mencederai titah partainya sendiri.

“Teman-teman DPC keberatan kalau dia mengikuti rapat internal dan pertemuan kader partai PDIP. Sebab, dia berdiri di atas dua jalur sehingga dikhawatirkan membahayakan bila tidak segera dikenai sanksi. Dia bisa membocorkan informasi partai kepada pihak lain,” kata Ali.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Jumadi tidak merasa menghianati partai. Sikapnya menghadiri program Mata Najwa bersama relawan kotak kosong dianggap sesuatu yang lumrah dan wajar. “Yang namanya kumpul-kumpul dengan orang kotak kosong itu kan wajar, jangan diperbesar masalah itu,” tutur Jumadi, singkat.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...