Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penjualan Komoditas Bambu di Pati Diperkirakan Melejit pada April 2017

Penjual bambu di Jalan Pati-Tayu, Desa Tambaharjo, Pati mengaku penjualan bambu mengalami kelesuan dalam satu bulan terakhir. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Penjual bambu di Jalan Pati-Tayu, Desa Tambaharjo, Pati mengaku penjualan bambu mengalami kelesuan dalam satu bulan terakhir. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Penjualan komoditas bambu di Kabupaten Pati diperkirakan akan merangkak naik dan melejit pada April 2017. Hal itu disebabkan banyak proyek yang akan dikerjakan di Pati pada bulan-bulan tersebut.

Suharto, penjual bambu asal Wedarijaksa menunggu momen tersebut. Sebab, tanpa pembelian dari kontraktor, penjualan bambu diakui sangat minim. Terlebih, masyarakat saat ini sangat jarang yang membeli bambu.

“Kalau masih terus-terusan sepi, kami akan meninggalkan profesi sebagai penjual bambu. Kebutuhan terus meningkat, sedangkan pendapatan tidak menentu. Namun, kami masih menunggu momentum pada April 2017 yang kabarnya banyak kontraktor akan membangun gedung di Pati,” ungkapnya, Kamis (12/1/2017).

Biasanya, kontraktor membeli bambu dalam jumlah yang besar. Bahkan, berapa pun stok bambu yang disediakan penjual akan dibeli habis kontraktor. Bambu berfungsi sebagai penyangga atau tiang sementara pembangunan gedung yang biasanya dibutuhkan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Hal yang sama diungkapkan Jamin, penjual bambu di wilayah Jalan Pati-Tayu, Desa Tambaharjo, Pati. Selama ini, dia mengandalkan pembeli dari kontraktor untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari penjualan bambu.

“Saya mengandalkan para pemborong yang membeli bambu untuk kebutuhan bangunan, entah itu gedung, gapura, rumah, dan sebagainya. Kalau proyek mereka lancar, berapa pun bambu yang saya jual pasti habis. Kabarnya, April 2017 banyak pembangunan sehingga kami akan siap-siap untuk menyetok bambu dalam jumlah banyak,” tuturnya.

Saat ini, Jamin menunggu peruntungan dari pembeli sebanyak satu, dua hingga lima batang setiap hari dari masyarakat. Meski keuntungannya diakui tidak seberapa, tetapi dia mencoba bertahan berjualan bambu yang ia peroleh dari Kabupaten Blora.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...