Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Korban Perampasan Sepeda Motor di Grobogan Hampir saja Tewas Dikeroyok, Ini Kisahnya

Korban perampasan sepeda motor saat ini menjalani perawatan di RSUD Purwodadi dan mendapat penjagaan dari anggota polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Korban perampasan sepeda motor saat ini menjalani perawatan di RSUD Purwodadi dan mendapat penjagaan dari anggota polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latar belakang yang menyebabkan seorang warga bersimbang darah di dekat saluran irigasi bendung Klambu, Minggu (8/1/2017) akhirnya mulai terungkap.

Berdasarkan keterangan korban Muhammad Abdul Rohim alias Tukul (40), sebelumnya sempat ada 12 orang yang hendak merampas motornya. Karena berusaha mempertahankan, korban  warga Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Demak itu, akhirnya dianiaya dan dipukuli dengan batu sampai tak sadarkan diri.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono dan Kapolsek Godong AKP Ngadiyo menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, pelakunya berjumlah sekitar 12 orang. Para pelaku datang ke lokasi menggunakan tujuh sepeda motor.  

Sebelumnya, sempat terjadi komunikasi antara korban dengan salah satu pelaku. Salah satu pelaku berjanji akan membeli sepeda motor korban di tempat yang sudah ditentukan.

Begitu ketemu, salah satu pelaku mengatakan jika lupa membawa uang dan minta agar motor korban diserahkan. Tentu saja, korban merasa keberatan menyerahkan motornya sebelum dibayar.

Seketika itu juga korban langsung dikeroyok dan dihantam dengan batu hingga jatuh tersungkur berlumuran darah. Setelah mengetahui korban tak bergerak, para pelaku langsung kabur dengan membawa motor korban.

“Korban mengaku, para pelaku tujuannya tidak sebatas menganiaya saja tetapi sempat terlontar akan menghabisi nyawa korban. Mata sebelah kiri korban jadi sasaran pertama agar korban tidak bisa melihat. Hal itu dilakukan karena mata kanan korban sebelumnya sudah buta permanen. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Purwodadi,” terang kapolres.

Ditambahkan, korban mengenal dua orang diantara 12 pelaku penganiyaan tersebut. Keduanya dikenal saat sama-sama masih mendekam di rutan beberapa bulan lalu. “Identitas pelaku yang dikenal korban sudah kami ketahui. Saat ini, kami masih melakukan pengejaran  ,” imbuh AKP Ngadiyo. 

Seperti diketahui, hari Minggu kemarin, warga yang melintas di jalan irigasi bending Klambu digegerkan dengan adanya sosok orang yang tergeletak di pinggir jalan. Kondisi korban saat itu cukup mengenaskan karena muka dan pakaiannya berlumuran darah.

Semula, korban sempat dikira sudah meninggal. Namun saat diperiksa ternyata masih hidup. Setelah diperiksa polisi, korban akhirnya dibawa ke RSUD untuk menjalani perawatan.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...