Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengundian Kios Pasar Pagi Kelar, tapi Rencana Relokasi Pedagang Belum Jelas

Para pedagang Pasar Pagi masih beraktivitas seperti biasa di lahan milik PT KAI di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Para pedagang Pasar Pagi masih beraktivitas seperti biasa di lahan milik PT KAI di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengundian kios pedagang Pasar Pagi Purwodadi akhirnya bisa dilakukan. Sebelumnya, proses pengundian pada Kamis (5/1/2017) tidak bisa tuntas menyusul adanya tudingan kurang transparannya pihak panitia saat melangsungkan undian.

“Soal pengundian kios sudah bisa dilakukan setelah para pedagang dan paguyuban duduk bersama. Jumlah kios keseluruhan ada 72 unit,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Muryanto.

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.

“Jadi, untuk pengundian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kior, los kering maupun basahan sudah rampung,” jelas Muryanto didampingi Kabid Perdagangan Sudarso.

Pembangunan Pasar Pagi tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lahan bekas Stasiun Kereta Api di jalan A Yani Purwodadi. Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada dilahan milik PT KAI tersebut. 

Disinggung soal kapan para pedagang di relokasi ke tempat baru, Muryanto menyatakan belum bisa memastikan. Pihaknya masih perlu mempersiapkan banyak hal dengan instansi terkait lainnya sebelum memindahkan pedagang dari tempat lama.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pengundian lagi untuk sekitar 300 pedagang yang belum kebagian tempat. Yakni, pedagang di tempat lama yang ada di kawasan Banyuono.

“Untuk pedagang ini, akan ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi. Pengkavelingan lokasi baru kita lakukan sesuai jumlah pedagang. Mereka ini kebanyakan adalah pedagang yang jualannya dasaran di pinggir jalan. Habis pengundian ini, baru akan kita siapkan proses relokasinya,” jelasnya.

Ditambahkan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” imbuh Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...