Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Kudus Didaulat Jadi Bapak PKL Jateng

563
Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa didaulat menjadi bapaknya para PKL di Jawa Tengah. Pendaulatan dilakukan oleh para paguyuban PKL di Jateng, saat kegiatan Gebyar PKL 2017 yang didukung Sukun itu.

Daulat dibacakan di depan Pendapa Kudus, Kamis (5/1/2017). Pendaulatan dibacakan oleh PKL asal Kendal, Bisrin, yang juga datang memeriahkan hari jadi PKL di Kudus pada 2017 ini dengan disaksikan sejumlah PKL dari berbagai daerah se Jateng. “Kami meminta bapak Bupati tidak hanya menjadi bapaknya PKL di Kudus saja. Namun juga menjadi bapaknya PKL di Jateng,” katanya saat sambutan.

Menurutnya, Kudus merupakan surganya para PKL. Selain lebih bebas berjualan dengan tertata, Kudus juga dibuatkan even secara khusus untuk menghormati para PKL. Kegiatan tersebut merupakan Gebyar PKL yang jatuh pada tiap 5 Januari.

Dia berharap dengan Bupati Kudus menjadi bapaknya PKL di Jateng, maka tak hanya Kudus yang menjadi surganya para PKL, namun untuk tingkat Jawa tengah juga mampu menjadi surganya para PKL.

Sementara, Bupati Kudus Musthofa menyebutkan, kalau PKL bukanlah pedagang biasa. Karena para PKL adalah seorang pengusaha, yang dapat memajukan Indonesia dan mampu mengisi kesejahteraan Indonesia. “Ini adalah ekonomi kerakyatan. Jadi jika rakyatnya kuat, maka suatu negara juga pasti akan kuat pula. Dan para PKL ini juga para pedagang yang juga orang kaya,” ungkapnya.

Dia berpesan, para PKL harus jujur dalam segala hal. Baik itu dalam berdagang, timbangan, kualitas dan juga kejujuran lainnya. Sebab, dengan jujur mampu menjadi modal awal dalam kesejahteraan.

“Dengan demikian, tugas kita adalah merancang bagaimana cara kegiatan semacam ini dapat berlangsung kembali tahun depan. Sehingga kegiatan para PKL masih tetap berlangsung,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.