Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Belum Sebulan Diresmikan, Tugu Monumen 3 Tokoh Perempuan di Jepara Sudah Retak

 Plt. Bupati Jepara Ihwam Sudrajat saat meninjau retakan kontruksi tugu monumen tiga tokoh perempuan di Ngabul, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Plt. Bupati Jepara Ihwam Sudrajat saat meninjau retakan kontruksi tugu monumen tiga tokoh perempuan di Ngabul, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Monumen tiga tokoh perempuan Jepara yang berada di bundaran Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, kini sudah bisa dilihat dan dinikmati masyarakat. Tiga tokoh perempuan Jepara yaitu dari Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA Kartini tampak menjadi ikon patung tersebut.

Tugu monumen tiga tokoh perempuan Jepara tersebut diresmikan pada 22 Desember 2016 lalu. Namun, belum genap sebulan usai diresmikan, kini kontruksi monumen patung tersebut sudah terlihat retak. Keretakan tersebut terdapat di empat titik, yakni di bagian utara, selatan, barat dan timur.

Sedangkan untuk tiap retakannya diperkirakan panjangnya sekitar 5 hingga 10 meter. Sedangkan untuk lebar retakan tersebut 1 hingga 2 sentimeter. Belum diketahui secara pasti penyebabnya apa. Apakah dari kontruksi bangunan atau dari seringnya dipanjat oleh warga.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, dari  keempat retakan tersebut, terjadi pada bagian sambungan hiasan ukir yang mengitari kontruksi penyangga monument. Retakan ini terjadi  sejak 2 hari lalu.

Mengetahui hal tersebut,  Plt Bupati Ihwan Sudrajat langsung mendatangi lokasi pada Kamis (5/1/2017) siang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya  Ashar Ekanto dan Kabid Cipta Karya Ari Bachtiar. “Saya sudah memerintahkan untuk segera dilakukan perbaikan. Di sisi lain, monumen tersebut memang masih dalam masa perawatan,” kata Plt. Bupati Jepara Ihwan Sudrajat.

Dengan adanya kondisi tersebut, proyek pembangunan monumen yang kini masih dalam tanggung jawab oleh PT Maha Karya Utama Abadi Bandung akan segera diperbaiki. “Saya sudah cek. Untuk kontruksi sesuai spek. Retakan terjadi karena tanah di bagian bawah merembes. Salah satunya mungkin karena sering dipanjat sehingga mengenai bagian bawah.  Kalau kontruksi itu memang tidak untuk dipanjat, ” imbuhnya.

Kabid Bidang Cipta Karya pada Dinas PU dan Cipta Karya Ari Bachtiar mengatakan, retakan diduga karena urukan tanah. Sebab, monumen dibangun di atas tanah uruk baru. Sehingga tanah dimungkinkan merembes lalu menyebabkan kontruksi retak.

Menurutnya, kondisi ini akan segera ditindak lanjuti oleh PT. Maha Karya Utama Abadi Bandung. Sebab merekalah yang mengerjakan. PT. Maha Karya Utama Abadi Bandung masih memiliki tanggung jawab perawatan selama 6 bulan ke depan.

“Monumen akan diperbaiki oleh penyelenggara proyek saat ini juga. Rencananya akan ditambah ornamen untuk mengikat sambungan ukiran yang retak. sebab  ini masih dalam proses perawatan selama 6 bulan ke depan atau garansinya 6 bulan ke depan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...