Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Bandengan Jepara Tewas Saat Semedi di Gunung Genuk

 Korban saat dievakuasi oleh tim BPBD dan Tim SAR dari Gunung Genuk, Dukuh Juwet, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Jepara, Rabu (4/1/2016) siang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Korban saat dievakuasi oleh tim BPBD dan Tim SAR dari Gunung Genuk, Dukuh Juwet, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Jepara, Rabu (4/1/2017) siang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib nahas menimpa Suyit (50), warga Bandengan RT 19 RW 06,Jepara. Pria tersebut tewas saat menjalankan ritual semedi untuk mencari ketenangan hidup di Gunung Genuk, Dukuh Juwet, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Selasa (3/1/2017) malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayetno menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa tersebut. Awalnya, Suyit bersama anaknya, Agus Sutiyo (25) dan dua orang kerabatnya bertapa untuk mencari ketenangan di Gunung Genuk. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, keempatnya berangkat pada Selasa (3/1/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

“Korban diketahui meninggal pada pukul 24.00 WIB. Saat itu, posisinya tengah duduk bersila dan bersandar pada Agus yang duduk di dekat korban, ketika saat melakukan ritual,” kata Lulus, Rabu (4/1/2017).

Saat mengetahui bapaknya meninggal dunia, Agus langsung turun gunung dan meminta bantuan warga. Warga melaporkan peristiwa ini kepada pihak desa setempat. “Selanjutnya informasi diteruskan ke kecamatan dan Polsek Donorojo. Hingga akhirnya pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad Suyit. Jasad korban berhasil dibawa turun pada Rabu (4/1/2017) siang pukul 12.30 WIB,” paparnya.

Jasad korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Donorojo untuk dilakukan visum.”Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dr. Risyanto dan dr. Angky, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dari keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki  riwayat sakit jantung dan sesak nafas. “Ada kemungkinan korban kecapekan setelah mendaki gunung. Setelah visum dilakukan, korban lalu dipulangkan ke rumah duka di Desa Bandengan untuk disemayamkan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...